Otaki Peredaran 48 Kg Sabu di Bengkalis, Abdullah Terancam Hukuman Mati

- Senin, 12 September 2022 | 14:56 WIB
Tersangka Abdullah menjalani tahap II di Kantor Kejaksaan Negeri Pekanbaru (Dodi/HRC)
Tersangka Abdullah menjalani tahap II di Kantor Kejaksaan Negeri Pekanbaru (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti perkara tindak pidana narkotika sebanyak 48 kilogram dari penyidik Mabes Polri. Sang tersangka diketahui bernama Abdullah alias Dullah, yang disinyalir sebagai otak peredaran barang haram tersebut.

Proses tahap II dilaksanakan di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Senin (12/9). Dimana saat itu, terlihat hadir penyidik Kepolisian, dan Jaksa dari Kejaksaan Agung (Kejagung), Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis.

"Hanya pelaksanaan tahap II saja di sini (Kejari Pekanbaru, red). Sementara perkara tersebut nantinya akan ditangani jajaran Kejari Bengkalis," ujar Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru Teguh Wibowo melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen, Lasargi Marel, Senin siang.

Sementara itu, Kajari Bengkalis, Zainur Arifin Syah saat dihubungi melalui Kasi Pidana Umum (Pidum), Zikrullah mengatakan dirinya turut hadir saat pelaksanaan tahap II tersebut. Dikatakan Zikrullah, pengusutan perkara itu sebelumnya ditangani penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

"Karena locus delictinya berada di wilayah hukum Kejari Bengkalis, maka perkara tersebut akan disidangkan di Bengkalis," ujar Zikrullah saat dikonfirmasi terpisah.

Baca Juga: Kerjsama Pemko Pekanbaru Dengan PT YSM Terkait Pengelolaan Parkir, Langgar Ketentuan BLUD

Dengan telah dilakukan proses tahap II, kata Zikrullah, tersangka kemudian dibawa ke Bengkalis untuk menjalani penahanan. Saat ini, kata dia, Tim JPU yang terdiri dari gabungan Jaksa Kejagung, Kejati Riau dan Kejari Bengkalis, tengah merampungkan surat dakwaan.

"Dalam waktu dekat, berkas tersangka akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Bengkalis untuk disidangkan," pungkas Zikrullah.

Dari informasi yang dihimpun diketahui jika pengungkapan perkara tersebut dilakukan pada 12 April 2022. Dimana saat itu, Tim Gabungan yang terdiri dari pihak kepolisian dan Bea Cukai melakukan patroli di wilayah laut perbatasan antara Indonesia-Malaysia di lepas pantai Bengkalis.

Sekitar pukul 04.45 WIB, tim gabungan melihat sebuah Speedboat tanpa lampu penerangan bergerak perlahan dan terpantau dengan jarak yang tidak terlampau jauh dari posisi kapal patroli. Selanjutnya tim mendekat dan terlihat ada 3 orang dari atas Speedboat membuang sesuatu benda ke laut.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X