Terima Gratifikasi Pengurusan SKGR, Mantan Lurah Tirta Siak Dituntut 1 Tahun Penjara

- Kamis, 8 September 2022 | 17:25 WIB
Mantan Lurah Tirta Siak, Aris Nardi, SH.MH (payung sekaki)
Mantan Lurah Tirta Siak, Aris Nardi, SH.MH (payung sekaki)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Aris Nardi dengan pidana penjara selama 1 tahun. Mantan Lurah Tirta Siak, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru itu dinilai bersalah menerima gratifikasi terkait pengurusan surat tanah.

Tuntutan pidana itu disampaikan JPU pada sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Kamis (8/9). Adapun sidang tersebut dipimpin majelis hakim yang diketuai Dahlan.

Aris Nardi mengikuti sidang secara langsung dari ruang sidang. JPU dan penasihat hukum terdakwa juga berada di tempat yang sama 

Dikatakan JPU, Aris Nardi dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 11 Jo Pasal 12 A ayat (2) Undang-undang (UU) RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Aturan tersebut mengatur soal gratifikasi.

Baca Juga: Penyidik dan Petugas BPK Masih di Rohil Usut Dugaan Korupsi di Sekretariat DPRD

"Terdakwa kita tuntut dengan pidana penjara selama 1 tahun," ujar Wirman Jhoni Laflie selaku JPU saat dijumpai usai persidangan.

Selain itu, Aris Nardi juga dituntut membayar denda sebesar Rp30 juta subsidair 1 bulan kurungan.

Usai penyampaian tuntutan itu, kata Jhoni, majelis hakim menutup persidangan. Agenda berikutnya adalah penyampaian nota pembelaan atau pledoi oleh terdakwa.

"Sidang akan dilanjutkan pada Senin (19/9) mendatang dengan agenda pledoi," pungkas Jhoni.

Perkara ini sebelumnya ditangani Penyidik Unit Tipikor pada Satreskrim Kepolisian Resor Kota Pekanbaru (Polresta) Pekanbaru. Aris Nardi ditangkap pada Rabu, 22 September 2021 lalu. Sebelum ditangkap, polisi lebih dulu mengamankan orang kepercayaan sang lurah yang bertugas mengambil uang dari masyarakat. Orang kepercayaannya itu diketahui bernama Junaida alias Cece. Pengungkapan ini diduga terkait dengan masalah pengurusan tanah.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X