Donna Fitria Susul Yan Prana Jalani Penahanan

- Kamis, 22 Juli 2021 | 22:31 WIB
Mantan Bendahara Pengeluaran Bappeda Siak, Donna Fitria menaiki mobil tahanan
Mantan Bendahara Pengeluaran Bappeda Siak, Donna Fitria menaiki mobil tahanan

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Donna Fitria menjadi penghuni baru di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru. Mantan Bendahara Pengeluaran di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Siak dijebloskan ke penjara terkait perkara dugaan rasuah di organisasi perangkat daerah tersebut.

Adapun perkara dimaksud adalah dugaan korupsi anggaran rutin tahun 2013-2017 di Bappeda Siak. Dalam perkara itu, dia merupakan tersangka kedua.

Tersangka pertama adalah Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Yan Prana Jaya Indra Rasyid. Saat ini, mantan Kepala Bappeda Siak itu tengah menjalani proses sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Saat sidang perdana yang digelar Kamis (18/3) lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan surat dakwaan terhadap Yan Prana. Saat itu muncul nama Donna Fitria.

Dalam surat dakwaan disebutkan, Yan Prana dan Donna Fitria (perkara terpisah) diduga melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, sebesar Rp2,89 miliar, atau tepatnya Rp2.896.349.844,37. Ini sebagaimana laporan hasil audit Inspektorat Kota Pekanbaru Nomor: 03/LHP/KH-INSPEKTORAT/2021.

Yan Prana sebagai Kepala Bappeda Siak juga sebagai Pengguna Anggaran (PA) dari tahun anggaran (TA) 2013 sampai dengan 2017, melakukan pemotongan 10 persen atas anggaran perjalanan dinas mulai tahun 2013 sampai dengan 2017. Berdasarkan DPPA SKPD Nomor 1.06.1.06.01 Tahun 2013- 2017, total realisasi anggaran perjalanan dinas yakni sebesar Rp15.658.110.350.

Pada bulan Januari Tahun 2013 saat terjadi pergantian Bendahara Pengeluaran dari Rio Arta kepada Donna Fitria, Yan Prana mengarahkan untuk melakukan pemotongan biaya sebesar 10 persen dari setiap pelaksanaan kegiatan perjalanan dinas.

Donna Fitria sebagai Bendahara Pengeluaran di Bappeda Siak lantas melakukan pemotongan anggaran perjalanan Dinas Bappeda Siak tahun anggaran 2013-Maret 2015 pada saat pencairan anggaran SPPD setiap pelaksanaan kegiatan.

Besaran pemotongan berdasarkan total penerimaan yang terdapat didalam Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) perjalanan dinas dipotong sebesar 10 persen.

Uang yang diterima masing-masing pelaksana kegiatan, tidak sesuai dengan tanda terima biaya perjalanan dinas. Pelaksana kegiatan sebagaimana yang tercantum pada Surat Perintah Tugas (SPT), terkait pelaksanaan perjalanan Dinas Bappeda Siak pada tahun 2013, sebelumnya sudah mengetahui bahwa terdapat pemotongan anggaran perjalanan Dinas Bappeda Siak atas arahan Yan Prana Jaya.

Halaman:

Editor: Dodi Ferdian

Tags

Terkini

Donna Fitria Susul Yan Prana Jalani Penahanan

Kamis, 22 Juli 2021 | 22:31 WIB
X