Jaksa Tahan Plt Kadis PUPR Pelalawan dan Seorang THL

- Kamis, 22 Juli 2021 | 22:25 WIB
Plt Kadis PUPR Pelalawan MD Rizal dan seorang THL Tengku Pirda mendapat pengawalan ketat pegawai Kejati Riau
Plt Kadis PUPR Pelalawan MD Rizal dan seorang THL Tengku Pirda mendapat pengawalan ketat pegawai Kejati Riau

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Penyidikan dugaan korupsi terkait ambruknya turap Danau Tajwid di Kabupaten Pelalawan memasuki babak baru. Itu seiring dengan penahanan dua tersangka saat peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61, Kamis (22/7).

Dua tersangka dimaksud adalah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Riau (PUPR) Kabupaten Pelalawan, MD Rizal. Seorang lagi adalah bawahannya yang bernama Tengku Pirda yang merupakan oknum tenaga harian lepas (THL).

Penetapan keduanya sebagai tersangka dilakukan pada 16 Februari 2021 lalu. Itu setelah tim penyidik pada Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau melakukan gelar perkara, dan mengantongi alat bukti permulaan yang cukup.

Atas perbuatannya, MD Rizal dan Tengku Pirda dijerat dengan Pasal 10 huruf a Undang-undang (UU) RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 31 tahun 1999. Ancamannya maksimal pidana penjara selama 7 tahun.

Seiring jalannya waktu, berkas perkara keduanya telah dinyatakan lengkap atau P-21. Selanjutnya dilakukan tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan.

MD Rizal dan Tengku Pirda keluar dari ruang pemeriksanaan didampingi kuasa hukumnya pada pukul 16.44 WIB. Keduanya mengenakan rompi tahanan warna oranye dan dibawa ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru.

Saat menaiki mobil tahanan, MD Rizal dan Tengku Pirda hanya tertunduk. Tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulut kedua tersangka.

"Berkas tersangka MR (MD Rizal,red) dan TP (Tengku Pirda,red) sudah lengkap. Tersangka dan barang bukti diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum," ujar Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto.

Penahanan terhadap keduanya, kata Raharjo, dilakukan selama 20 hari. Selanjutnya JPU menyusun dakwaan sesuai Pasal 140 KUHAP dan 143 KUHAP. Jika selesai, berkas perkara dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru untuk disidangkan.

"Kalau target waktu sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yaitu 20 hari (penahanan). Paling lambat sebelum 20 hari harus sudah dilimpahkan ke pengadilan," beber Asintel.

Halaman:

Editor: Dodi Ferdian

Sumber: Dodi Ferdian

Tags

Terkini

Donna Fitria Susul Yan Prana Jalani Penahanan

Kamis, 22 Juli 2021 | 22:31 WIB
X