Pembunuhan Sadis Anak di Bawah Umur di Bengkalis Terungkap, Ternyata Juga Korban Pelecehan

- Jumat, 9 Juli 2021 | 13:43 WIB
Konfrensi Pers pengungkapan pembunuhan sadis terhadap anak di bawah umur yang digelar Polres Bengkalis
Konfrensi Pers pengungkapan pembunuhan sadis terhadap anak di bawah umur yang digelar Polres Bengkalis

HALUANRIAU.CO, BENGKALIS-Warga jalan Pembangunan II Desa Sei Batang Kecamatan Bengkalis, dihebohkan dengan adanya penemuan sesosok mayat, Kamis 17 Juni 2021 pagi di Jalan Parit Mesjid Desa Ketam Putih Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis dekat Lapangan bola kaki.

Pembunuhan tersebut terungkap terjadi satu hari sebelumnya yakni pada hari Rabu, 16 Juni 2021 sekira pukul 19.10 WIB.

Sesosok Mayat anak di bawah umur itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga sekira pukul 06:30 WIB saat warga itu ingin bekerja menebas kebun miliknya di Jalan Nasib Baru, Desa Sei Batang.

Kondisi mayat sangat memprihatinkan penuh dengan luka bacokan disekujur tubuh terutama bagian tangan yang nyaris putus dan bagian kepala yang hancur. Terakhir terungkap tidak hanya RW menjadi korban pembunuhan tetapi sebelumnya korban menjadi korban Sodomi pelaku.

Setelah dilakukan evakuasi dan otopsi, diketahui mayat tersebut adalah seorang bocah bernama Riswandi berusia 14 tahun, warga Dusun Sungai Berang Rt. 010 Rw. 004 Desa Tameran Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis.

Setelah dilakukannya otopsi dan olah tempat kejadian Perkara lalu Satuan Reskrim Polres Bengkalis di bawah komando Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi SIK SH MH memuli penyelidikan terhadap pembunahan tersebut sampai akhirnya terungkap bahwa pelaku adalah IN (48) warga Jalan Parit Mesjid RT 002 RW 002 Desa/Kel Ketam putih Bengkalis.

Menurutu penuturan IN yang saat ini sudah ditetapkan menjadi tersangka, bahwa sebelum pembunuhan terjadi dirinya bertemu dengan U (saat ini masih dalam penyelidikan) dan meminta membawa korban ke tempat yang telah ditentukan pada malam hari (16 Juni 2021).

Kemudian setelah itu Sdr IN langsung ke kedai AG untuk membeli pakan ternak dan langsung pulang kerumah Sdr IN. Pada sore harinya sekira jam 16.30 wib Sdr IN pergi meramban (mengambil makanan kambing) ke lapangan bola yang terletak di Jalan Sungai Batang sampai pukul 17.15 WIB dan IN pulang kerumah.

Setelah itu IN beri makan ternak dan memasukkan ternak tersebut ke dalam kandang. Kemudian sekitar jam 18.30 WIB IN pergi mandi di paret depan rumahnya. Setelah selesai mandi dan ganti pakaian IN langsung menuju Jalan Sungai Batang tempat terjadinya lokasi pembunuhan dengan menggunakan Sepeda Motor merk Honda jenis Revo sekitar jam 18.50 WIB.

Kemudian saat Sdr IN sampai dilokasi tersebut saudara U dan korban RW belum sampai. IN sempat menunggu sekitar ± 5 (lima) menit baru mereka datang. Setelah itu IN langsung mengatakan kepada saudara U untuk pergi dan memberikan uang senilai Rp10.000,- untuk membeli minyak, selain itu IN juga mengatakan kepada U bahwa korban RW "tak payah dijemput, nanti akan diantar balek" kemudian saudara U meninggalkan tersangka berdua di lokasi tersebut dengan korban.

Setelah itu IN membawa korban RW jalan masuk beberapa meter ke lokasi semak-semak dengan melakukan perbuatan Sodomi kepada korban, sesampai didalam semak-semak tersebut Sdr IN menyuruh korban RW untuk membuka baju dan celana yang dikenakan korban, dan korban mengikuti perkataan IN dengan langsung membuka pakaiannya.

Pelecehan tersebut berlangsung selama lima menit, kemudian tersangka meminta korban kembali menggunakan pakaiannya.

Saat berada di Jalan Sungai Batang tepatnya di lokasi terjadinya perkara pembunuhan tersebut, korban mengatakan kepada IN " Sudahlah, jangan lakukan lagi, selepas ini aku akan mengadu pada ayah aku, ucap tersangka menirukan perkataan kroban.

Saat mendengar kata kata RW tersebut IN cemas dan panik sehingga tersangka mengatakan kepada korban RW "Tunggu Disitu Sekejab, Sya Pergi Kejab, Kata tersangka.

etelah mengatakan kata-kata tersebut tersangka langsung mengambil parang yang berjarak ± 20 (dua puluh) meter ketempat dirinya sering menyimpan parang setiap selesai mencari pakan kambing dan sagu untuk makan Itik yang dekat dengan tempat kejadian Pembunuhan tehadap korban RW tersebut.

Kemudian Sdr IN langsung mendatangi korban dan mengayunkan parang yang sudah saya pegang tersebut ke arah pelipis sebelah kanan dari korban yang bernama RW, dan pada saat itu korban yang bernama RW merintih minta tolong sebanyak 2 (dua) kali dengan bahasa TOLOO00ONNNNGG, TOLO000ONNNNGG. Tersangka mengayunkan parang yang masih Sdr IN pegang kearah kepalanya namun pada saat itu korban yang bernama RW menangkis parang menggunakan kedua tangannya dan pada saat itu korban langsung tumbang dan terlentang ke semak-semak sampai akhirnya tersangka melakukan tindakan kejam lainnya yang membuat akhirnya korban tewas bersimbah darah.

Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan SIK melalui Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi SIK saat ditanyakan apakah ada korban lain dalam kasus Sodomi dan apakah perbuatan terhadap korban bukan yang pertama, menyatakan bahwa semuanya masih dlaam penyelidikan, termasuk nama U yang disebut tersangka mengantarkan korban kepada tersangka.

"Indikasi ada korban Sodomi, tapi sekarang masih fokus ke kasus pembunuhan terlebih dahulu, tegas Meki.

Sebelumnya, IN memang diduga menjadi otak di balik pembunuhan tersebut.

Pada Kamis tanggal 17 Juni 2021, sdr IN diamankan dan dibawa ke Polres bengkalis guna dilakukan rangkaian penyelidikan terkait adanya temuan mayat yang bernama RW.

Berdasarkan informasi di lapangan bahwa tersangka mengetahui adanya suara minta tolong pada hari Rabu tanggal 17 Juni 2021 sekira pukul 19.00 WIB di sekitar rumahnya.

Kemudian pada hari Kamis tanggal 17 Juni 2021 sekira pukul 06.30 Wib di jalan Sungai Batang Kec. Bengkalis Kab. Bengkalis di dapati petunjuk yang mengarah kepada IN masih minim.

Kemudian dilakukan pemeriksaan Urine IN. Berdasarkan hasil pemeriksaan Urine, bahwa IN Positif menggunakan Narkotika sehingga IN diserahkan ke Sat Narkoba guna proses Penyidikan.

Seiring berjalannya waktu proses penyelidikan terhadap perkara temuan mayat di Desa Sungai batang, Polres Bengkalis mendatangkan ahli forensik dan ahli psikologi dari Kota Pekanbaru.

Kemudian tepat pada hari Kamis pada tanggal 08 Juli 2021 sekira pukul 07.00 WIB dilakukan pemeriksaan terhadap IN di Ruang Sat reskrim Polres Bengkalis dengan di dampingi tim Jatanras Krimum Polda Riau dimana IN telah mengakui perbuatannya bahwa dirinya adalah pelaku pembunuhan terhadap korban RW yang di temukan di Sungai Batang Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis.

Kemudian terhadap sdr IN dilakukan proses Penyidikan lebih Lanjut dengan menetapkannya sebagai Tersangka terhadap kasus Pembunuhan dan atau Kekerasan terhadap Anak di bawah Umur.

Menurut Kasat, beberapa alat bukti sudah didapat terutama sebilah parang yang digunakan tersangka untuk membunuh korban dengan sadis karena takut perbuatan Sodomi nya terbongkar.

Ditambahkan Kasat Pasal diterapkan yakni Pasal 338 KUHPidana Jo pasal 80 ayat 3 pasal 76 c UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang undang.

"Tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara, tega Kasat.

 

Editor: Eka Buana Putra

Terkini

Donna Fitria Susul Yan Prana Jalani Penahanan

Kamis, 22 Juli 2021 | 22:31 WIB

Kapolda Terima Dua Penghargaan dari BEM Se-Riau

Senin, 19 Juli 2021 | 22:27 WIB
X