Polsek Tampan Buru Otak Pelaku Komplotan Tukang 'Palak' Pedagang Pasar Baru Panam

- Selasa, 22 Juni 2021 | 00:07 WIB
IMG-20210621-WA0192
IMG-20210621-WA0192

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Kepolisian Sektor (Polsek) Tampan menggeledah kediaman otak pelaku dari komplotan tukang 'palak' pedagang di Pasar Baru Panam.

Rumah otak pelaku inisial BR alias Bayu di Jalan Merpati Sakti Kelurahan Simpang Baru, Bina Widya didatangi polisi pada Jumat (18/6) petang.

Penggeledahan tersebut merupakan pengembangan dari perkara dugaan Pungutan Liar (Pungli) yang beberapa hari sebelumnya telah diamankan empat remaja.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya melalui Kapolsek Tampan Kompol Hotmartua Ambarita menyebut bahwa proses penggeledahan sesuai dengan prosedur.

Proses penggeledahan berdasarkan LP/ 381/ VI / 2021/ Polsek Tampan pertanggal 17 Juni 2021. Sprin Gas/380/ VI/2021/Reskrim pertanggal 18 Juni 2021. Sprin Geledah/18/VI/2021/Reskrim pertanggal 18 Juni 2021.

Kemudian juga sesuai dengan Pasal 34 ayat 1 UU No. 8 Tahun 1981 tentang KUHAP yang menyatakan bahwa dalam keadaan yang sangat perlu dan mendesak bilamana penyidik harus segera bertindak dan tidak mungkin untuk mendapat surat izin terlebih dahulu.

Namun, dengan tidak mengurangi ketentuan pasal 33 ayat (5) penyidik dapat melakukan penggeledahan : a. pada halaman rumah tersangka bertempat tinggal, berdiam atau ada dan yang ada di atasnya; b. Pada setiap tempat lain tersangka bertempat tinggal, berdiam atau ada; c. Ditempat tindak pidana dilakukan atau terdapat berkasnya; d. Ditempat penginapan dan tempat umum lainnya.

Pria inisial BR alias Bayu diduga kuat menjadi inisiator dalam dugaan pungutan terhadap para pedagang di Pasar Baru Panam, dalam aksinya hanya bermodalkan Surat Perintah Tugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru. Namun, keberadaan mereka tidak diakui oleh dinas terkait itu sebagai tenaga harian lepas ataupun honorer.

"Benar sekali, otak pelaku," jawab Ambarita saat ditanyai peran BR alias Bayu, Senin (21/6) malam.

Penggeledahan itu bermula dari perkara dugaan Pungli dinaikkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan usai melakukan gelar perkara, dan BR alias Bayu bersama komplotonnya ditetapkan sebagai tersangka. Setelah itu dikeluarkan surat penangkapan terhadap BR alias Bayu bersama komplotan lainnya.

"Saat dilakukan penangkapan mendapat perlawanan dari pihak keluarga tersangka, setelah menyampaikan maksud dan tujuan serta memperlihatkan surat perintah tugas namun tidak juga disetujui oleh pihak keluarga untuk penggeledahan," sambung Ambarita.

Tak ingin kehilangan kesempatan, pihak kepolisian akhirnya meminta RT setempat untuk menyaksikan penangkapan dan penggeledahan mencari barang bukti.

"Setelah dilakukan penggeledahan, tim tidak berhasil menemukan tersangka (BR alias Bayu) dan barang bukti. Diduga sudah melarikan diri lewat pintu belakang rumah," jelas Ambarita.

Tak menemukan apa-apa, akhirnya tim kembali ke Mapolsek Tampan. Dihari yang sama, sekira pukul 20.30 WIB tim mendapat informasi bahwa tersangka lainnya yakni inisial RR alias Rio datang ke kediaman BR alias Bayu, menggunakan mobil Pajero Sport warna hitam.

Tim langsung bergegas mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan menemukan kenderaan yang digunakan RR alias Rio.

"Penggeledahan yang kedua disaksikan oleh Ketua RT dan pihak keluarga yang diwakili oleh Pengacara, namun tidak juga menemukan tersangka," singkat Ambarita.

Kini, komplotan tukang 'palak' pedagang di Pasar Baru Panam itu sedang dalam pencarian polisi dan berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang).

Penulis : Akmal

Editor: Akmal

Terkini

X