Kajari Kuansing Akui Pernah Diberi Rp 1 Milyar, Tapi

- Sabtu, 19 Juni 2021 | 00:01 WIB
IMG-20210618-WA0017
IMG-20210618-WA0017

HALUANRIAU.CO, TELUK KUANTAN-Kepala Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi, Hadiman SH MH mendapatkan tudingan telah melakukan pemerasan terhadap Bupati Kuantan Singingi, Andi Putra.

Tidak hanya terhadap Andi Putra, tapi juga terhadap Kepala BPKAD Kuantan Singingi, Hendra AP.

Hadiman dituduh meminta sejumlah uang kepada Andi Putra senilai Rp 1 milyar dan kepada Hendra Rp 3 Miliar.

Bahkan Andi Putra dan Hendra melaporkan Hadiman selaku Kajari Kuantan Singingi ke Kejaksaan Tinggi (Kajari) Riau pada Jum'at (18/6) siang tadi didampingi Penasehat Hukum (PH) Dodi Pernando, SH. MH.

Hendra juga didampingi Penasehat Hukum (PH) Rizky J Poliang, SH MH terkait pemerasan terhadap kasus yang di alaminya.

Sementara itu Kepala Kejari Kuansing, Hadiman SH MH, membantah melakukan pemerasan terhadap Andi Putra. Sampai saat ini, penanganan kasus dugaan korupsi 6 kegiatan di Setdakab Kuansing masih berjalan.

"Tidak ada (pemerasan), bahkan pernah uang sejumlah Rp1 miliar saya dikasih oleh salah seorang tersangka, dan orang suruhannya mau suap saya, dan lansung saya tolak. Ada buktinya, dan orang tersebut Kasusnya sedang bergulir," tegas Hadiman.

Hadiman juga membantah menyuruh orang meminta uang dalam kasus di DPRD Kuansing. "Tidak benar itu," kata Hadiman membantah.

Terkait oknum honorer yang mengatasnamakan Kajari saat meminta uang, Hadiman mengetahuinya. Diduga ada unsur sakit hati hingga oknum tersebut membawa-bawa namanya untuk meminta uang.

"Honorer itu dulu tinggal di rumah saya. Jadi ajudan saya. Di rumah dia makan, tidur di rumah, bareng ke kantor, ngetik-ngetik. Dulu di Pidsus juga sebelum jadi Kajari. difasilitasi," tutur Hadiman.

Menurut keterangan sejumlah pihak, honorer itu suka membocorkan rahasia dan dokumen penyelidikan dan penyidikan kasus di Pidana Khusus. Tindakannya membuka rahasia negara dinilai sudah keterlaluan.

"Belum dipanggil, sudah tahu orang. Akhirnya, mau tak mau kita keluarkan, saya pecat. Masa honorer bocor-bocorkan dokumen," tegas Hadiman.

Diduga karena dipecat, honorer itu sakit hati dan mengaku disuruh meminta uang. "Mungkin saja seperti itu. Saya pecat dia karena bocorkan dokumen bukan disuruh minta duit," ucap Hadiman.

Atas laporan Andi Putra itu, Hadiman menyatakan siap dipanggil oleh Pengawasan Kejati Riau untuk memberikan keterangan.

Jika nanti tidak terbukti melakukan pemerasan, Hadiman menyatakan akan melaporkan kembali orang-orang yang telah mencemarkan nama baiknya ke aparat hukum.

"Saya akan laporkan balik. Siapa yang melaporkan akan saya lapor balik. Bisa ke Polres atau ke Polda," tegas Hadiman.

 

Reporter: Yendri Saputra

Editor: Eka Buana Putra

Terkini

Polres Siak Tangkap Kakek Pengedar Sabu di Perawang

Kamis, 25 November 2021 | 20:46 WIB
X