Lagi! BPOM Pekanbaru Sita Kosmetik Ilegal Senilai Rp1,5 Miliar

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:30 WIB
Press Release Operasi Penindakan BBPOM Pekanbaru (Forman/HRC-MaG)
Press Release Operasi Penindakan BBPOM Pekanbaru (Forman/HRC-MaG)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Pekanbaru kembali lakukan penyitaan terhadap kosmetik ilegal sebanyak 151.928 pcs dengan nilai ekonomi sebesar Rp1,5 Miliar. Jumlah ini berasal dari 4 titik yang diindikasikan sebagai tempat tinggal, tempat produksi dan tempat penyimpanan kosmetik ilegal, yaitu di wilayah Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru.

Sebelumnya, tim terpadu terdiri dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BBPOM di Pekanbaru bersama Direktorat Intel Badan Pom, Direktorat Kriminal Khusus Polda Riau, Direktorat Narkoba Polda Riau, Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru serta Satpol PP Provinsi Riau telah melakukan operasi penindakan dengan temuan kosmetik ilegal pada, Kamis (11/8/2022).

Adapun alasan dilakukannya operasi penindakan ini sebagai bukti nyata Badan POM dalam upayanya memberantas obat dan makanan ilegal dengan resiko terhadap kesehatan masyarakat.

Beberapa bahan baku yang digunakan mengandung bahan dilarang dan berbahaya seperti hydroquinone, Ammonia, Alkohol, PEG, Amphitol, Ascorbic Acid, sediaan krim racikan kemasan 25 L dan lain sebagainya serta temuan kemasan produk tersebut.

Baca Juga: Buron Selama 6 Bulan, Pelaku Penembakan Toko di Depan Swalayan Indrako Diringkus Satreskrim Polres Kuansing

Penggunaan bahan berbahaya ini dapat menimbulkan iritasi kulit, kulit menjadi merah dan rasa terbakar, serta ochronosis (kulit berwarna kehitaman), hingga penyakit yang lebih serius seperti karsinogenik (pencentus kanker) dan teratogenik (cacat pada janin).

“Sejauh ini telah diamankan 1 orang tersangka dengan inisial TF (45) yang merupakan pemilik usaha sekaligus pemilik kosmetik ilegal tersebut,” terang Kepala BBPOM di Pekanbaru, Yosef Dwi Irwan, pada kegiatan press release, Selasa (16/8/22).

Pelaku dikenakan Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) UU RI No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp1,5 Miliar.

“Saat ini tersangka telah dilakukan penahanan di Polda Riau,” tambahnya.

Diketahui, pengedaran kosmetik ilegal ini dilakukan sejak tahun 2018 melalui platform online ke seluruh Indonesia dan berhasil meraup omset sebesar Rp120-Rp200 juta per bulan dengan beberapa produknya seperti CLB Glow Skin Care Face Toner, CLB Glow Skincare All In One Cream, Collagen Plus Vit E Day n Night Cream, Collagen Plus Vit E Night Cream, Temulawak Cream 701, Paket Krim HN dan Paket Krim Tabitha.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terlibat TPPU, Berkas Petinggi Fikasa Group Telah P-21

Rabu, 28 September 2022 | 14:38 WIB

Resmob Polres Inhil Tangkap Curanmor di Pasar Terapung

Selasa, 27 September 2022 | 16:24 WIB
X