DPO Kasus Korupsi Rp78 T Surya Darmadi Tiba di Indonesia Gunakan China Airlines

- Senin, 15 Agustus 2022 | 18:38 WIB
 (Dodi/HRC)
(Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, NASIONAL - Surya Darmadi (70), tersangka kasus korupsi penguasaan lahan sawit senilai Rp 78 T berhasil tiba di Indonesia dari Taiwan pada Senin (15/8/2022) siang, sekitar pukul 13.20 WIB.

Setibanya di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) setelah melakukan penerbangan menggunakan pesawat China Airlines bernomor C1761, Surya lalu dijemput tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk segera dilakukan pemeriksaan lanjut terkait kasus korupsi yang menjerat namanya itu.

Informasi kedatangan Bos PT Duta Palma Group itu disampaikan langsung oleh pengacaranya, Juniver Girsang dengan mengatakan kliennya akan datang ke Indonesia dari Taipei, Taiwan pada 15 Agutus 2022 dalam urusannya untuk memenuhi panggilan pemeriksaan dari Kejaksaan Agung.

“Bahwa setelah mempertimbangkan saran kami dan setelah berdiskusi dengan keluarga, saudara Surya Darmadi dengan itikad baik memutuskan datang ke Indonesia pada hari senin, 15 Agustue 2022, sedianya akan tiba di Jakarta,” ungkap Juniver dalam kesempatan siaran pers, Sabtu (13/8/2022).

Baca Juga: Suskes Atas Swasembada Beras, IRRI Beri Jokowi Penghargaan

Sebelumnya, bersama dengan Suheri Terta selaku Legal Manager PT Duta Palma Group tahun 2014, Surya dan anak buahnya itu terbukti bersalah dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau pada Kementerian Kehutanan tahun 2014. Di kasus ini, nama Annas Maamun selaku mantan Gubernur Riau juga ikut terlibat bersama Surya dan Suheri.

Pada kasus ini, awalnya muncul berkat operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK pada Kamis, 25 September 2014, terhadap Annas Maamun yang masih menjabat sebagai Gubernur Riau pada saat itu. Namun, selama persidangan Annas Machmun berlangsung, Surya tidak pernah memperlihatkan wajahnya dan tak pernah hadir dalam memenuhi panggilan KPK hingga akhirnya dirinya ditetapkan sebagai buron dan masuk ke daftar pencarian orang atau DPO.

“Kemudian yang menyangkut DPO lainnya, saya pernah menyampaikan pada rekan-rekan bahwa kami telah membentuk tim pencarian DPO dan itu kita lepaskan dari tugas sehari-hari, ya saya tidak akan cerita keberadaan DPO lainnya," ucap Deputi Penindakan KPK Karyoto dalam konferensi pers di KPK, dikutip dari detiknews, Senin (15/8/2022).

Selanjutnya, di awal bulan Agustus tahun 2022, Surya Darmadi telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Jaksa Agung karena kasus tindak pidana pencucian uang dan dugaan korupsi penguasahaan lahan sawit seluas 37.095 hektare di Kabupaten Indragiri Hulu yang telah merugikan keuangan negara hingga Rp 78 triliun. Dalam kasus ini juga tak luput menjerat nama Bupati Indragiri Hulu, Thamsir Rachman yang terbukti melakukan ‘kesepakatan tidak sehat’ terkait perizinan kegiatan pengolahan kelapa sawit perusahaan-perusahaan milik Surya Darmadi.

(Forman/HRC-MaG)

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Sumber: detik

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terlibat TPPU, Berkas Petinggi Fikasa Group Telah P-21

Rabu, 28 September 2022 | 14:38 WIB

Resmob Polres Inhil Tangkap Curanmor di Pasar Terapung

Selasa, 27 September 2022 | 16:24 WIB
X