Sudah 3 Kali Mangkir dan Jadi DPO, Surya Darmadi Muncul di Kejagung dari Taiwan

- Senin, 15 Agustus 2022 | 16:43 WIB
Kedatangan Surya Darmadi (Dodi/HRC)
Kedatangan Surya Darmadi (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Surya Darmadi akhirnya tiba di tanah air. Pemilik PT Duta Palma Group itu diamankan dan langsung menjalani pemeriksaan dalam status tersangka perkara yang menjeratnya.

Surya Darmadi diketahui berangkat dari Taiwan sekitar pukul 09.36 waktu setempat dan tiba di Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten sekitar pukul 13.13 WIB dengan menggunakan maskapai penerbangan China Airlines CI761.

"Pada hari ini, dilakukan penjemputan menjemput kedatangan SD yang merupakan tersangka dugaan korupsi dalam kegiatan pelaksanaan yang dilakukan oleh PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu)," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI, Ketut Sumedana, Senin siang.

Diterangkan Ketut, penjemputan dilakukan karena adanya komunikasi antara Tim Penyidik dengan Tim Penasihat Hukum Surya Darmadi yang menyatakan akan hadir memenuhi panggilan. Dengan begitu, Surya Darmadi dapat menggunakan hak pembelaan atas dirinya.

"Komunikasi itu telah dilakukan sejak 2 minggu lalu," sebut Ketut seraya mengatakan, pihaknya belum pernah mengajukan penangkalan terhadap Surya Darmadi untuk masuk ke Indonesia.

Baca Juga: Sadis, Istri Perintahkan Adik Kandungannya Mutilasi Suami, Kapolres Kuansing: Motif Incest

"Akan tetapi, Kejaksaan dalam hal ini JAM Pidsus (Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus, red) telah mengajukan pencegahan terhadap Tersangka SD untuk keluar dari Indonesia," tegas Ketut.

(Dodi/HRC)
Setiba di Gedung Kejagung RI, Surya Darmadi dilakukan pemeriksaan kesehatan dan dilanjutkan dengan pemeriksaan dalam statusnya sebagai tersangka.

"Setelah itu, dilakukan penahanan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Direktur Penyidikan pada JAM Pidsus Nomor: Prin-36/F.2/Fd.2/08/2022 tanggal 15 Agustus 2022 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejagung selama 20 hari terhitung sejak 15 Agustus hingga 3 September 2022," tegas Ketut.

Dalam kesempatan itu, Ketut menyampaikan pernyataan ST Burhanuddin. Dimana Jaksa Agung RI itu berharap dengan penyerahan diri secara sukarela ini, sehingga dapat terlaksana proses perkara pidana yang fair, serta pembelaan diri dapat dilakukan sebelum opsi in-absensia dilakukan.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terlibat TPPU, Berkas Petinggi Fikasa Group Telah P-21

Rabu, 28 September 2022 | 14:38 WIB

Resmob Polres Inhil Tangkap Curanmor di Pasar Terapung

Selasa, 27 September 2022 | 16:24 WIB
X