Perkara Karhutla PT Berlian Mitra Inti di Siak Dikabarkan Dihentikan, Ini Penjelasan Dirreskrimsus Polda Riau

- Senin, 15 Agustus 2022 | 12:28 WIB
Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau, Kombes Pol Ferry Irawan (Dodi/HRC)
Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau, Kombes Pol Ferry Irawan (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Kepolisian Daerah (Polda) Riau memastikan penanganan perkara dugaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di areal konsesi PT Berlian Mitra Inti (BMI) berlanjut. Korps Bhayangkara itu dengan tegas tidak akan menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) perkara tersebut.

Kebakaran lahan milik perusahaan bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit itu terjadi pada medio Maret 2020 lalu, di Kecamatan Kandis, Siak. Dalam peristiwa itu, setidaknya telah menghanguskan lahan gambut seluas 94 hektare.

Atas hal itu, tim dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau langsung turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan. Pengusutan dilakukan dengan melibatkan sejumlah pihak.

Hasilnya, ditemukan bukti permulaan yang cukup, sehingga perkara ditingkatkan ke tahap penyidikan. Hal itu disinyalir berkaitan adanya kelalaian pihak perusahaan sehingga terjadi kebakaran lahan.

Penyidik kemudian mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Sejak saat itu, proses penyidikan berjalan.

Baca Juga: Menteri LHK Dukung UMKM Petani Hutan Kampar Mendunia

Setahun berselang dari kejadian kebakaran lahan itu, barulah Polda Riau menetapkan tersangka. Hal itu berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan.

Pihak perusahaan ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kejahatan lingkungan itu. Terhadap korporasi, diwakili oleh sang direktur, Charles.

Dalam proses penyidikan, puluhan saksi telah diperiksa. Di antaranya, saksi dari PT BMI, masyarakat, ahli kerusakan lingkungan, ahli perkebunan, ahli lingkungan hidup, dan lainnya. Setelah diyakini rampung, penyidik melimpahkan berkas PT BMI ke Kejati Riau, atau tahap I pada Selasa (8/6/2021) lalu.

Jaksa kemudian melakukan penelaahan berkas guna memastikan kelengkapan syarat formil dan materil perkara. Pada 8 Desember 2021 lalu, berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P-21.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terlibat TPPU, Berkas Petinggi Fikasa Group Telah P-21

Rabu, 28 September 2022 | 14:38 WIB

Resmob Polres Inhil Tangkap Curanmor di Pasar Terapung

Selasa, 27 September 2022 | 16:24 WIB
X