Perkara Pencabulan Mahasiswi UNRI Dikabarkan Inkrah, Jaksa Belum Terima Putusan

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 13:10 WIB
Dekan Fisip Unri Non Aktif Universitas Riau, Syafri Harto (Istimewa)
Dekan Fisip Unri Non Aktif Universitas Riau, Syafri Harto (Istimewa)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Perkara yang menjerat Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (UNRI) nonaktif Syafri Harto dikabarkan telah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah, dimana Mahkamah Agung (MA) RI menolak kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kendati begitu, Jaksa belum menerima salinan putusan tersebut.

Syafri Harto sebelumnya terjerat kasus pencabulan terhadap mahasiswinya. Saat perkara bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Syafri Harto divonis bebas.

Putusan tersebut dibacakan majelis hakim yang diketuai Estiono pada sidang yang digelar Rabu (30/3) lalu. Atas putusan tersebut, Syafri Harto dikeluarkan dari tahanan.

Menanggapi putusan itu, JPU mengajukan upaya hukum kasasi ke MA. Hasilnya, MA dikabarkan menolak kasasi tersebut.

Baca Juga: Gubri Apresiasi Mall Pelayanan Vaksin, Upaya Pemprov Tingkatkan Vaksin

"Tolak," demikian bunyi putusan MA yang dilansir website-nya, Kamis (11/9).

Perkara tersebut diadili oleh ketua majelis Sri Murwahyuni serta dua hakim agung akan menjadi anggota majelis, yaitu hakim Gazalba Saleh dan Prim Haryadi. Putusan itu diketok pada Selasa (9/8) kemarin.

Salah seorang anggota Tim JPU, Zulham Pardamean Pane saat dikonfirmasi, mengaku belum menerima salinan putusan perkara dengan Nomor : 786 K/Pid/2022 itu. "Belum menerima salinan putusan," singkat Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.

Sebelumnya, JPU mengajukan tuntutan terhadap Syafri Harto dengan hukuman 3 tahun penjara. Di samping itu, JPU juga menuntutnya agar membayar penggantian uang yang sudah dikeluarkan oleh korban, mahasiswi jurusan Hubungan Internasional (HI) FISIP UNRI berinisial L berdasarkan biaya perincian perhitungan, yang dilakukan bersama Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Jumlahnya sebesar Rp10.772.000.

Baca Juga: 6 Macam Makanan Bermanfaat untuk Meredakan Batuk, Segera Cek!

Dalam perkara ini, JPU mendakwa Syafri Harto, dengan dakwaan primair: melanggar Pasal 289 KUHP, subsidair: melanggar Pasal 294 Ayat (2) ke-2 KUHP, lebih subsidair: melanggar Pasal 281 ke-2 KUHP.

Kasus ini, sebelumnya ditangani penyidik Ditreskrimum Polda Riau.Korbannya adalah mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional (HI) FISIP UNRI berinisial L.

Awalnya, L selaku korban, melaporkan kejadian dugaan pelecehan seksual yang dialaminya ke Polresta Pekanbaru.

Namun dalam perkembangannya, kasus ini diambil alih penanganannya oleh Polda Riau.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X