Dirdik pada JAM Pidsus Kejagung Tak Hadir, Sidang Perdana Gugatan Prapid PT Duta Palma Group Ditunda

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 19:05 WIB
Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia  (Kejagung.go.id)
Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung.go.id)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Sidang perdana praperadilan yang dilayangkan oleh PT Duta Palma Group terpaksa ditunda. Hal itu disebabkan pihak Termohon, yakni Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI tidak hadir pada sidang perdana tersebut.

Sebelumnya, 5 perusahaan yang tergabung dalam PT Duta Palma Group melayangkan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Gugatan tersebut didaftarkan pada Rabu (13/7) lalu, dan teregister dengan nomor 6/Pid.Pra/2022/PN Pbr.

5 perusahaan Duta Palma Group yang menjadi Pemohon yaitu, PT Palma Satu, PT Panca Agro Lestari, PT Seberida Subur, PT Banyu Bening Utama, dan PT Kencana Amal Tani. Sementara, pihak Termohon adalah Direktur Penyidikan pada JAM Pidsus Kejagung.

Gugatan praperadilan dilayangkan, bertujuan untuk menguji apakah penyidikan, penyitaan dan penggeledahan yang dilakukan tim Kejagung terkait perkara dugaan korupsi yang sedang diusut, sah atau tidak. Sidang gugatan praperadilan, dipimpin hakim tunggal Salomo Ginting.

Hakim tunggal tersebut telah menjadwalkan sidang perdana pada Senin (1/8) kemarin. Namun hal itu urung dilaksanakan, karena pihak Termohon tidak hadir.

"Iya, kalau kita lihat data dari SIPP (situs resmi pengadilan, red), ditunda ini (sidangnya,red). Karena Termohonnya belum hadir," ujar Humas PN Pekanbaru Andry Simbolon, Selasa (2/8).

Baca Juga: Pemkab Kuansing Bagikan SK CPNS Kuantan Singingi: SK P3K Kami Entah Kapan

Atas hal itu, sidang perdana ditunda. Tak tanggung-tanggung, penundaan dilakukan hingga satu bulan ke depan. "Ditunda Senin 5 September 2022," sebut Andry.

Untuk diketahui, Kejagung melakukan penyidikan terkait dugaan korupsi yang melibatkan 5 perusahaan PT Duta Palma Group. Perusahaan itu diduga melakukan penyerobotan lahan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Dalam perkara itu, Tim Jaksa Penyidik telah menetapkan dua orang tersangka. Mereka adalah mantan Bupati Inhu Raja Thamsir Rachman dan pemilik PT Duta Palma Group Surya Darmadi. Khusus tersangka Surya Darmadi, dirinya juga dijerat dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diduga Aniaya Warga, Seorang Polwan di Riau Dipolisikan

Jumat, 23 September 2022 | 19:01 WIB

Terlilit Utang Bejudi, Buruh Pabrik Memilih Gantung Diri

Selasa, 20 September 2022 | 15:28 WIB
X