Rugikan Negara Rp18 T, Lima Tersangka Dugaan Korupsi Pemberian Fasilitas Ekspor CPO Bakal Segera Disidang

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:46 WIB
Istimewa
Istimewa

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Tak lama lagi, lima tersangka dugaan korupsi dalam Pemberian Fasilitas Ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan Turunannya akan menjalani persidangan. Hal ini setelah Jaksa Penuntut Umum menerima pelimpahan wewenang penanganan perkara dari Tim Jaksa Penyidik.

Penyidikan perkara tersebut sebelumnya ditangani Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Berkas perkara kelima tersangka telah dinyatakan lengkap atau P-21 sejak beberapa waktu yang lalu.

Selanjutnya, Tim Jaksa Penyidik melimpahkan para tersangka dan barang bukti ke Tim JPU atau tahap II. Hal itu itu sebagaimana dibenarkan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana.

"Pada hari ini, Tim Jaksa Penyidik melaksanakan proses tahap II perkara dugaan korupsi dalam Pemberian Fasilitas Ekspor CPO dan Turunannya pada Januari 2021 sampai dengan Maret 2022 kepada JPU pada JAM Pidsus dan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat," ujar Ketut melalui siaran pers yang diterima, Senin malam.

Baca Juga: Tips Belajar Online Agar Cepat Paham, Pastikan Koneksi Internet Lancar!

Dikatakan Ketut, ada 5 berkas perkara untuk masing-masing tersangka. Yakni, Indrasari Wisnu Wardhana selaku Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag). Lalu, tiga tersangka lainnya merupakan pengurus perusahaan eksportir CPO, yakni Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affairs PT Pelita Agung Agrindustri/Permata Hijau Group, Master Parulian Tumanggor selaku Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, dan Picare Tagore selaku General Manager PT Musim Mas.

Berikutnya, Lin Che Wei (LCW) alias Weibinanto Halimjati, pendiri sekaligus penasihat kebijakan/analisa pada Independent Research & Advisory Indonesia (IRAI) yang jasanya digunakan Kemendag. Akibat perbuatan para tersangka, mengakibatkan kerugian perekonomian negara Rp18.359.698.991.659.

Terhadap para tersangka, kata Ketut, dilakukan penahanan dalam tahap penuntutan untuk 20 hari ke depan terhitung sejak 1 hingga 20 Agustus 2022.

Baca Juga: Kenali, 7 Kebiasaan yang Wajib Dimiliki untuk Peningkatan Produktivitas Kerja

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terlibat TPPU, Berkas Petinggi Fikasa Group Telah P-21

Rabu, 28 September 2022 | 14:38 WIB

Resmob Polres Inhil Tangkap Curanmor di Pasar Terapung

Selasa, 27 September 2022 | 16:24 WIB
X