Maling Duit Desa, Kejari Inhu Tahan Seorang Kades

- Selasa, 19 Juli 2022 | 17:49 WIB
 (Jason/HRC)
(Jason/HRC)

HALUANRIAU.CO, INDARIGIRI HULU - Seorang Kepala Desa (Kades) asal Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, disikat Kejaksaan Negri (Kejari) setempat lantaran diduga maling duit desanya sebesar Rp471.837.333,-. Akibatnya kades itu kini ditahan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Inhu.

Kepala Kejari Inhu, Furqon Syah Lubis mengatakan, sebelum di eksekusi kades bernama Afrizal tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka menyusul penyidikan lebih lanjut dilakukan penyidik adhiyaksa itu.

"Tersangka itu kini ditahan 20 hari kedepan dan dititipkan di tahanan Posek Rengat Barat, setelah dilakukan penghitungan kerugian negara bersama inspektorat Inhu sebesar Rp471.837.333," ungkapnya dalam press confrese di gelar, Selasa (19/7).

Menurutnya, kerugian negara yang dilakukan pelaku tersebut berupa kegiatan proyek bentuk fisik seperti pembangunan yang menggunakan APBDes Kelayang namun semua itu fiktif.

Adapun kegiatan proyek fiktif yang ditilap tersebut yakni berupa; pengerasan jalan (krokos vol 600 x 4x 0,15), pebangunan Gedung, pembangunan pagar gedung serba guna, pembelian pipa Pamsimas, penerangan lampu jalan desa, rehab jalan beton smenisasi jalan lingkungan, hingga pembangunan gorong-gorong.

Baca Juga: Dinkes: Kabupaten Kampar Nol Kasus Covid-19

"Semua kegiatan fisik itu di cairkan uangnya ke negara. Namun semua kegiatan tak tampak fisiknya alias fiktif," ungkapnya.

Adapun modus yang digunakan pelaku, lanjut Kejari, bahwa dalam setiap pencairan dana desa TA.2020 dan TA.2021 Tersangka selaku Kepala
Desa selalu mengajak Sdr. Sofyan Syarif selaku mantan Kaur keuangan untuk melakukan pencairan, penarikan dan pembayaran, padahal Sdr. Sotyan Syarif bukan lagi menjadi Kaur keuangan namun hanya staf biasa di Desa.

Bahwa setelah dana desa tersebut cair dari bank, uang langsung diambil alih oleh Kepala Desa seluruhnya tanpa dilengkapi dengan kwitansi atau pertanggungjawaban dari dana yang telah dicairkan tersebut.

Selanjutnya tersangka memerintahkan Ahmad Rivai dan Muhammad Yazid selaku operator untuk melengkapi seluruh pertanggungjawaban pencairan dana dengan cara membeli nota kosong kemudian nota tersebut diisi sesuai dengan jumla uang pada RAB dan RPD.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diduga Aniaya Warga, Seorang Polwan di Riau Dipolisikan

Jumat, 23 September 2022 | 19:01 WIB

Terlilit Utang Bejudi, Buruh Pabrik Memilih Gantung Diri

Selasa, 20 September 2022 | 15:28 WIB
X