Mantan Ajudan Rusli Zainal Divonis 5 Tahun Penjara

- Selasa, 19 Juli 2022 | 14:47 WIB
Ilustrasi Pengadilan Negeri Pekanbaru  (Sumber: Google Street View)
Ilustrasi Pengadilan Negeri Pekanbaru (Sumber: Google Street View)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Kepala Desa Pelanduk, Kecamatan Mandah, Indragiri Hilir dinyatakan bersalah melakukan korupsi dana APBDes sebesar Rp861 juta. Atas hal itu, mantan ajudan Gubernur Riau, HM Rusli Zainal itu divonis 5 tahun penjara.

Vonis itu disampaikan majelis hakim yang diketuai Effendi pada sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Senin (18/7) kemarin. Sidang tersebut dilaksanakan secara virtual dimana terdakwa berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan.

"Iya. Sudah putus," ujar Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Bambang Heripurwanto, Selasa (19/7).

Dikatakan Bambang, majelis hakim menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) huruf (a) dan (b) Undang-undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 30 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Atas hal itu, hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa.

Baca Juga: Sempena HBA Ke-62, Kejati Riau Gelar Kegiatan Donor Darah

"Majelis hakim menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Nuardi selama 5 tahun," sebut Bambang.

Selain itu, kata Bambang, terdakwa juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp100 juta subsidair 3 bulan kurungan, dan uang pengganti kerugian keuangan negara Rp655.375.000 subsidair 9 bulan penjara.

Atas putusan itu, terdakwa menyatakan pikir-pikir, apakah menolak atau menerima putusan tersebut. "Jaksa Penuntut Umum juga pikir-pikir," tegas mantan Kasi Penyidikan pada Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Banten.

Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun, denda sebesar Rp300 juta subsidair 6 bulan kurungan, serta membayar uang pengganti sebesar Rp655.375.000 subsidair 1 tahun penjara.

Untuk diketahui, dugaan korupsi ini terjadi saat Nuardi menjadi Kades Pelanduk periode tahun 2017 hingga 2021. Saat itu terdakwa sekaligus selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polres Inhil Tangkap Pelaku Judi Togel BSO118

Sabtu, 26 November 2022 | 11:31 WIB

ABG Ini Kalap, Curi Handpone dan Cabuli Nenek-Nenek

Selasa, 22 November 2022 | 14:04 WIB
X