Kasus Perumahan Syariah Fiktif, Polisi Periksa Ustaz Yusuf Mansur

- Sabtu, 7 Maret 2020 | 11:21 WIB
Ustaz Yusuf Mansur memberikan keterangan pers terkait kasus perumahan fiktif berlabel syariah, di Mapolrestabes Surabaya. (Foto antara)
Ustaz Yusuf Mansur memberikan keterangan pers terkait kasus perumahan fiktif berlabel syariah, di Mapolrestabes Surabaya. (Foto antara)

HALUANRIAU.CO, SURABAYA - Penyidik Polrestabes Surabaya memeriksa Ustaz Yusuf Mansur terkait kasus perumahan fiktif berlabel syariah Multazam Islamic Residence wilayah Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur, (6/3/2020).

Ustaz Yusuf Mansyur mengaku namanya dicatut dan diseret tersangka MS, pengelola PT Cahaya Mentari Pratama. Dia juga mengaku tidak kenal dengan tersangka yang sudah diamankan polisi itu.

"Saya tidak pernah jawab apa-apa, karena saya tidak mau klarifikasi nanti dianggap gimana. Yang pertama, tidak pernah ada interaksi apapun, itu yang perlu dicatat. Saya pernah berhubungan, juga tidak," ujar Ustaz Yusuf Mansur kepada wartawan usai memberikan keterangan kepada penyidik.

Dia juga mengaku tidak pernah melakukan kerjasama (MoU) ataupun menerima endors dari pihak tersangka.

"Nah kalau ketemu itu saya juga lupa karena orang juga pernah bertemu di jalanan. Tapi saya tidak terima endorse ataupun keuntungan, apalagi ada tanda Mou, juga tidak," tegasnya.

Kasus yang menyeret namanya itu bukan tipikalnya. Apalagi menurutnya hal itu merusak ekosistem. Meski menyeret namanya, Ustaz Yusuf Mansur berterima kasih kepada Polrestabes Surabaya karena kasus tersebut telah berhasil diungkap.

"Ketika terjadi merusak ekosistem rumah, dalam kasus ini juga nggak ke saya banget. Saya terima kasih kepada Polrestabes Surabaya yang mengungkap kasus ini. Saya ga ketemu sama yang bersangkutan karena sudah ada di kejaksaan dan saya senang sekali alhamdulillah lega karena yang memberikan klarifikasi," tutur Ustaz Yusuf Mansur.

Terkait file video tausiahnya yang dijadikan bahan oleh pengelola untuk mengajak calon pembeli rumah tersebut, Ustaz Yusuf Mansur juga kurang mengerti video itu.
"Jadi mungkin beliau (MS) tayangin tausiah apa jadi bahan endorse, ini tidak ada tanda tangan apapun terkait endorse," jelasnya.

Ia mengakui datang ke Polrestabes Surabaya tidak didampingi siapapun, baik itu dari pengacaranya. Karena dalam pemanggilan itu hanya menjadi saksi dalam kasus tersebut.

"Jadi bebas saya kemari juga sendiri tanpa pengacara. Bismillah saja saya memang enggak ada urusan. Cuma karena saya tidak menjawab, makanya sebaik-baik jawaban adalah dari penegak hukum," kata Ustaz Yusuf Mansur seperti dilansir Jatimnow.

Sebenarnya, Ustaz Yusuf Mansur sudah sempat datang ke Surabaya untuk memenuhi panggilan pada Kamis (13/2/2020) pagi. Namun pemeriksaan batal dilakukan Penyidik Unit Harda Polrestabes Surabaya lantaran Ustaz Yusuf Mansur menerima kabar ayahandanya meninggal dunia. Sehingga ia langsung kembali lagi ke Jakarta.

"Sesuai janji saya kalau dipanggil sebagai warga negara. Dan pelajaran buat anak-anak saya, santri-santri kami dan keluarga, ya penuhi aja panggilan, bismillah," tambah Ustaz Yusuf Mansur.

Ia juga menjelaskan bahwa kedatangannya untuk memberi keterangan kepada penyidik itu sangat penting.

"Untuk membuktikan itu bahwa saya tida bersalah, tidak terlibat. Lebih lengkapnya dengan Pak Kapolres langsung saja," tandas Ustaz Yusuf Mansur.

Setelah selesai diperiksa Ustaz Yusuf Mansur menjadi katib dan imam Salat Jumat di Masjid Baiturrahman yang ada di komplek Mapolrestabes Surabaya itu.

 

 

 

Sumber: haluan.co (HMG)/eka

Editor: Eka Buana Putra

Terkini

X