Ancam Sekuriti PT SIPP Pakai Senjata Laras Panjang, Oknum Petugas KLHK Dipolisikan

- Kamis, 30 Juni 2022 | 23:15 WIB
Pihak PT SIPP menyampaikan laporan ke Polda Riau
Pihak PT SIPP menyampaikan laporan ke Polda Riau

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - PT Sawit Inti Prima Perkasa melaporkan sejumlah petugas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, ke pihak kepolisian. Hal itu terkait dugaan pengancaman yang dialami sekuriti perusahaan saat penyitaan yang dilakukan petugas beberapa waktu yang lalu.

Laporan itu dilayangkan pihak PT SIPP ke Kepolisian Daerah (Polda) Riau pada Rabu (29/6) kemarin. "Kami melaporkan oknum PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil,red) Gakkum (Penegakan Hukum,red) KLHK karena melakukan pengancaman terhadap sekuriti kami yang bernama Suardi beberapa waktu lalu," ujar General Manager PT SIPP, Danu Prayitno, Kamis (30/6).

Dikatakan Danu, seorang sekuriti PT SIPP bernama Suardi saat ini mengalami trauma akibat pengancaman yang dilakukan petugas KLHK dengan menggunakan senjata api laras panjang. Akibatnya, sekuriti yang menjaga pabrik kelapa sawit milik perusahaan tersebut terpaksa menandatangani surat tanda terima penyitaan aset.

"Kami sudah membawa barang bukti penyerahan aset PT SIPP kepada SPKT Polda Riau yang dilengkapi foto-foto dan copy tanda terima surat yang ditanda tangani," sebut Danu.

Selain itu, kata Danu, pihaknya juga telah meminta kepada Menteri LHK Siti Nurbaya, agar proses penyidikan terhadap PT SIPP diberhentikan sementara.

"Pengacara kami Bambang Sri Pujo Sakti telah melayangkan surat kepada Menteri LHK yang diterima pada 29 Juni 2022 lalu seusai sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta pada 28 Juni 2022," pungkas Danu.

Suardi diketahui merupakan Komandan Pleton Sekuriti PT SIPP. Dia mengaku disekap oleh petugas KLHK bersenjata api saat penyitaan pabrik sawit, Jumat (10/6). Dia juga mengaku dipaksa menandatangani surat penyegelan pabrik PT SIPP itu.

Perusahaan pabrik kelapa sawit itu beraktivitas di Jalan Rangau Kilometer 6 Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis. Sebelum disita, 2 orang pimpinan dan karyawan perusahaan itu ditetapkan jadi tersangka beberapa bulan lalu.

Dua tersangka itu adalah GM Pabrik PMKS PT SIPP, Agus Nugroho dan Direktur Erick Kurniawan. Penetapan tersangka itu dilakukan PPNS KLHK terkait kasus pencemaran limbah pabrik di lingkungan Kabupaten Bengkalis.

Editor: Dodi Ferdian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri Tahan Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 22:17 WIB

Polri Resmi Tetapkan Bharada E Sebagai Tersangka

Rabu, 3 Agustus 2022 | 23:59 WIB
X