Mantan Bupati Inhil Indra Muchlis Adnan Akhirnya Dijebloskan ke Penjara

- Kamis, 30 Juni 2022 | 18:50 WIB
Kasi Pidsus Kejari Inhil Ade Maulana mengawal proses penahanan terhadap mantan Bupati Indra Muchlis Adnan di Lapas Tembilahan
Kasi Pidsus Kejari Inhil Ade Maulana mengawal proses penahanan terhadap mantan Bupati Indra Muchlis Adnan di Lapas Tembilahan

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Indra Muchlis Adnan akhirnya dijebloskan ke penjara. Mantan Bupati Indragiri Hilir yang menjadi tersangka dugaan korupsi penyertaan modal pada PT Gemilang Citra Mandiri (GCM) tahun 2004-2006 ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tembilahan.

Demikian diungkapkan Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Raharjo Budi, Kamis (30/6). Dikatakan Raharjo, sebelum ditahan, Tim Penyidik pada Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Inhil melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

Dimana sebelumnya, Indra Muchlis telah beberapa kali mangkir diperiksa dengan alasan sakit.

"Pada hari ini, tersangka IMA (Indra Muchlis Adnan,red) memenuhi panggilan untuk diperiksa sebagai tersangka," ujar Raharjo.

Setelah memberikan keterangan, Indra Muchlis selanjutnya dilakukan pemeriksaan kesehatan Elektrokardiogram (EKG). Pemeriksaan ini untuk mengevaluasi kesehatan jantung, termasuk mengetahui dan mengukur apakah detak jantung seseorang normal atau tidak.

"Hasilnya normal dan secara umum dinyatakan sehat. Hasil swab antigen dinyatakan negatif," sebut Raharjo.

Di hari yang sama, Tim Penyidik langsung melakukan penahanan terhadap Indra Muchlis. Hal itu dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor : PRINT03/L.4.14/Fd.1/06/2022 tanggal 30 Juni 2022.

Penahanan itu dilakukan untuk mempermudah proses penyidikan yang sedang berjalan. "Penyidik melakukan penahanan rutan terhadap tersangka IMA terhitung tanggal 30 Juni 2022 hingga 19 Juli 2022 bertempat di Lapas Kelas IIA Tembilahan," tegas mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng) itu.

Indra Muchlis ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi dalam penyertaan modal pada PT GCM tahun 2004-2006 berdasarkan Surat Perintah Nomor : TAP-02/L.4.14/Fd.1/06/2022 tanggal 16 Juni 2022 kemarin. Selain dia, Direktur PT GCM Zainul Ikhwan juga menyandang status yang sama.

Penetapan tersangka dilakukan jajaran Korps Adhyaksa yang dikomandani Rini Triningsih usai menggelar ekspos, Kamis (16/6) lalu. Saat itu, Jaksa langsung melakukan penahanan terhadap Zainul Ikhwan dan dititipkan di Lapas Kelas IIA Tembilahan selama 20 hari ke depan.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri Tahan Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 22:17 WIB

Polri Resmi Tetapkan Bharada E Sebagai Tersangka

Rabu, 3 Agustus 2022 | 23:59 WIB
X