Urung Dilaksanakan Pekan Ini, Tahap II Perkara Korupsi Pemberian Kredit dengan SPK Fiktif Dijadwalkan Ulang

- Kamis, 30 Juni 2022 | 10:14 WIB
Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Riau, Bambang Heripurwanto (Dodi/HRC)
Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Riau, Bambang Heripurwanto (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Tahap II perkara dugaan korupsi yang terjadi di salah satu bank milik pemerintah daerah yang ada di Kota Pekanbaru, urung dilaksanakan pada pekan ini. Dengan begitu, proses pelimpahan tersangka dan barang bukti tersebut akan dijadwalkan ulang.

Adapun perkara rasuah itu berupa pemberian Fasilitas Kredit Modal Kerja Konstruksi (KMKK) kepada Debitur Group Perusahaan CV Palem Gunung Raya, CV Putra Bungsu, CV Hikmah dan CV Putra Wijaya yang diduga menggunakan dokumen kontrak atau Surat Perintah Kerja (SPK) tidak sah atau fiktif. Ada dua tersangka dalam perkara tersebut, yakni Arif Budiman selaku debitur dan Indra Osmer Gunawan Hutahuruk, mantan pegawai bank tersebut.

Perkara tersebut ditangani penyidik pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau. Berkas kedua tersangka telah dinyatakan lengkap beberapa hari yang lalu.

Atas P-21 itu, proses berikutnya adalah pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sejatinya, tahap II tersebut dilaksanakan pada Selasa (28/6) kemarin, namun hal tersebut urung dilakukan.

"Informasi dari penyidik, Penasehat Hukumnya minta dijadwalkan ulang," ujar Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau Bambang Heripurwanto, Kamis (30/6).

Penasehat hukum dimaksud adalah pengacara dari tersangka Arif Budiman. Atas permohonan tersebut, penyidik dikabarkan menyetujuinya.

"Selaku Jaksa Penuntut Umum, kita menunggu kapan jadwal ulang untuk tahap II-nya itu," pungkas Jaksa yang pernah menjabat sebagai Kasi Penyidikan pada Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Banten itu.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto pernah menyampaikan kronologis perkara yang menjerat keduanya. Dikatakan dia, tersangka Arif Budiman yang mengelola CV Palem Gunung Raya, CV Putra Bungsu, CV Hikmah dan CV Putra Wijaya mengajukan permohonan KMKK Standby Loan pada 18 Februari 2015 dan 23 Februari 2015 di salah satu bank milik pemerintah daerah yang ada di Kota Pekanbaru tersebut.

Dalam melakukan pencairan kredit tersebut CV Putra Bungsu dan CV Palem Gunung Raya diduga menggunakan SPK tidak sah atau fiktif atas kegiatan pekerjaan yang dilaksanakan di Kantor DPRD Provinsi Riau dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing)

"Atas pencairan KMKK tersebut masuk ke Rekening Giro CV PB (Putra Bungsu,red) dan CV PGR (Palem Gunung Raya,red) yang dikelola oleh tersangka AB (Arif Budiman,red)," sebut Kombes Pol Sunarto.

Halaman:

Editor: Dodi Ferdian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri Tahan Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 22:17 WIB

Polri Resmi Tetapkan Bharada E Sebagai Tersangka

Rabu, 3 Agustus 2022 | 23:59 WIB
X