Selewengkan APBDes Pelanduk, Mantan Ajudan Rusli Zainal Dituntut 7 Tahun Penjara

- Senin, 27 Juni 2022 | 16:28 WIB
Proses jalannya sidang kasus korupsi dana APBDes sebesar Rp861 juta (Dodi/HRC)
Proses jalannya sidang kasus korupsi dana APBDes sebesar Rp861 juta (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Jaksa Penuntut Umum menyatakan Kepala Desa Pelanduk, Kecamatan Mandah, Indragiri Hilir bersalah melakukan korupsi dana APBDes sebesar Rp861 juta. Atas hal itu, mantan ajudan Gubernur Riau, HM. Rusli Zainal itu dituntut 7 tahun penjara.

Demikian terungkap pada persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Senin (27/6). Sidang tersebut dilaksanakan secara virtual dimana terdakwa berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan. Adapun agenda sidang adalah pembacaan tuntutan oleh JPU.

Dalam tuntutannya, Jaksa menyatakan terdakwa Nuardi bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) huruf (a) dan (b) Undang-undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 30 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Atas hal itu, Jaksa menuntut agar majelis hakim yang diketuai Effendi menjatuhkan pidana terhadap terdakwa.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Nuardi selama 7 tahun," ujar Jaksa Ade Maulana dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hilir (Inhil) itu.

Baca Juga: Jadi Pemegang Saham di Holywings, Hotman Paris Meminta Maaf Terkait Promo 'Muhammad dan Maria'

Selain itu, terdakwa juga dituntut membayar denda sebesar Rp300 juta subsidair 6 bulan kurungan. Tidak hanya itu, JPU menuntut terdakwa agar dihukum membayar uang pengganti (UP) kerugian negara sebesar Rp655 juta.

"Jika tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dan jika tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun kurungan," tegas Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Inhil itu.

Atas tuntutan itu, Nuardi melalui kuasa hukumnya akan mengajukan pledoi. Nota pembelaan itu akan disampaikan pada sidang berikut.

Untuk diketahui, dugaan korupsi ini terjadi saat Nuardi menjadi Kades Desa Pelanduk periode tahun 2017 hingga 2021. Saat itu terdakwa sekaligus selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Perbuatan korupsi yang dilakukannya terjadi pada rentang waktu Mei hingga Desember 2020 bersama Noryani selaku Kaur Keuangan dan Hamsar selaku Sekretaris Desa Pelanduk.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri Tahan Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 22:17 WIB

Polri Resmi Tetapkan Bharada E Sebagai Tersangka

Rabu, 3 Agustus 2022 | 23:59 WIB
X