Pungli Penerimaan Siswa Baru Terjadi, Rp40 Juta Jadi Bukti

- Sabtu, 25 Juni 2022 | 17:57 WIB
Ilustrasi pungli (istimewa)
Ilustrasi pungli (istimewa)

HALUANRIAU.CO, HUKRIM - Tim Satgas Saber Pungli Jabar bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat berhasil menemukan pungutan liar (pungli) yang terjadi di salah satu sekolah menengah kejuruan dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022 berbuah hasil.
 
Tim PPDB SMKN 5 Bandung berhasil diciduk oleh Satgas Saber Pungli Jabar dan mengamankan uang senilai Rp40.750.000.

Guna meminimalisir hal serupa terjadi dan demi mewujudkan PPDB 2022 di Jabar yang seadil-adilnya, Kadisdik Jawa Barat, Dedi Supandi mengajak seluruh pihak termasuk kepada masyarakat agar tidak segan untuk membuat aduan bilamana menemukan aksi pungutan liar.

"Kepada sekolah, instansi pendidikan atau masyarakat jangan segan untuk segera melaporkan jika menemukan pungli khususnya pada PPDB 2022 ini," ungkap Dedi.

"Saya tegaskan, jangan ada oknum yang berani bermain pada PPDB 2022 di Jabar," ujar Dedi Supandi, Jumat, 24 Juni 2022.

Baca Juga: Promo Holywings 'Minum Alkohol Gratis Bagi Bernama Muhammad dan Maria' Berbuntut Pelaporan HAMI

Dedi Supandi menyampaikan, kerja sama dengan tim Satgas Saber Pungli Jabar ini sudah dilakukannya sejak jauh-jauh hari guna menghadapi konflik pada PPDB 2022 ini.
 
Salah satu upayanya adalah dengan memberikan pembinaan terhadap seluruh kepala sekolah, SMA, SMK dan SLB baik negeri maupun swasta yang berada di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III (Kabupaten/Kota) Bekasi, pada Selasa, 21 Juni 2022.

"Jadi kejadian itu (pungli di SMKN 5 Bandung) merupakan tindak lanjut kerjasama yang dilakukan Disdik (Jabar) dengan tim Satgas Saber Pungli untuk mencegah segala bentuk pungutan liar," katanya.

Selanjutnya, pemberian sanksi terhadap para pejabat SMKN 5 Bandung yang diperiksa masih menunggu hasil dari gelar perkara. Para pejabat SMKN 5 Bandung yang diperiksa antara lain, kepala sekolah, dua tenaga honorer, pihak sekolah yaitu wakil kepala sekolah kesiswaan dan operator.
 
Setelah gelar perkara tuntas, maka dapat dikeluarkan berupa sanksi mulai dari yang ringan, sedang, maupun yang berat
 
"Yang seberat-beratnya, akan diberhentikan dari PNS. Kalau ringan berupa teguran. Nah sanksi sedang, bisa turun pangkat atau dicopot jabatan di sekolah," katanya.

Sebelumnya diberitakan, pungli PPDB 2022 yang terjadi di SMKN 5 Kota Bandung sendiri berawal dari laporan orang tua murid yang merasa keberatan dengan adanya uang titipan, uang pramuka.

Menindaklanjuti aduan tersebut, tim Satgas Saber Pungli kemudian langsung bergerak menuju SMKN 5 yang berlokasi di Jalan Bojong Koneng, Kota Bandung, pada Rabu, 22 Juni 2022, pukul 13.00 WIB.
 
Saat sidak, tim mengamankan barang bukti uang senilai Rp40 juta yang terdiri dari Rp 23.700.000 yaitu merupakan uang titipan dan uang pramuka senilai Rp 17.250.000.
 
Humas Saber Pungli Jabar Yudi Ahadiat menyebut, dari jumlah itu, orang tua siswa yang dimintai uang titipan sebanyak 75 orang dan 45 orang untuk uang pramuka.
 
Kata Yudi, jumlah orang tua yang dimintai bisa saja bertambah lantaran sebagian dari mereka belum membayar.

"Uang titipan itu uang bangunan Rp3 juta per orang, itu seharusnya tidak boleh, sedangkan uang pramuka diminta namun pelaksanaan masih jauh," katanya soal pungli di SMKN 5 Bandung.

Baca Juga: Syamsudin Uti Nyatakan Kesiapan Menangkan Agung Nugroho di Inhil dalam Pilgubri 2024

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Sumber: Ayo Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri Tahan Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 22:17 WIB

Polri Resmi Tetapkan Bharada E Sebagai Tersangka

Rabu, 3 Agustus 2022 | 23:59 WIB
X