Melalui Mekanisme RJ, Penuntutan Perkara Pencurian HP di Pekanbaru Dihentikan

- Kamis, 23 Juni 2022 | 17:59 WIB
Kajari Pekanbaru Teguh Wibowo memimpin proses penghentian penuntutan perkara melalui mekanisme RJ terhadap tersangka, Hendra Gusti (Dodi/HRC)
Kajari Pekanbaru Teguh Wibowo memimpin proses penghentian penuntutan perkara melalui mekanisme RJ terhadap tersangka, Hendra Gusti (Dodi/HRC)

Tersangka lalu langsung masuk ke dalam. Ia menjumpai anak perempuannya yang sedang asyik bermain handphone milik ibunya.

"Kesempatan itu digunakan tersangka Hendra untuk mengambil handphone yang dipegang anaknya itu, kemudian kabur," sebut Teguh.

Dilanjutkan Kajari, handphone milik korban dijual tersangka. Uang hasil penjualan, sebagian digunakan untuk membayar utang di tempat ia menggadaikan sepeda motor sebesar Rp250 ribu.

Teguh menambahkan, ini adalah restorative justice pertama yang dilakukan Kejari Pekanbaru. Usai kegiatan restorative justice, Kajari Pekanbaru menyerahkan barang bukti handphone kepada korban.

Sementara itu, Hendra saat diwawancarai, menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Korps Adhyaksa tersebut. Dia mengatakan, atas perbuatannya ini, ia ditangkap dan sempat menjalani penahanan di kantor polisi selama 2 bulan.

Hendra mengaku khilaf melakukan pencurian. Ini karena dirinya kepepet utang. "Itu iya (kepepet hutang). Kekhilafan saya juga," kata Hendra.

Hendra menambahkan, setelah dinyatakan bebas, ia akan kembali pulang ke rumahnya.

Baca Juga: Datangi Kejagung RI, Ormas PETIR Laporkan Dugaan Penyimpangan Dana Desa di Bengkalis

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X