Melalui Mekanisme RJ, Penuntutan Perkara Pencurian HP di Pekanbaru Dihentikan

- Kamis, 23 Juni 2022 | 17:59 WIB
Kajari Pekanbaru Teguh Wibowo memimpin proses penghentian penuntutan perkara melalui mekanisme RJ terhadap tersangka, Hendra Gusti (Dodi/HRC)
Kajari Pekanbaru Teguh Wibowo memimpin proses penghentian penuntutan perkara melalui mekanisme RJ terhadap tersangka, Hendra Gusti (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Hendra Gusti langsung sujud syukur usai Jaksa Penuntut Umum menghentikan penuntutan perkara pencurian yang menjeratnya. Itu dilakukan pihak Kejaksaan Negeri Pekanbaru melalui mekanisme Restorative Justice.

Usai penuntutan perkaranya resmi dinyatakan dihentikan, Hendra tampak melepas rompi tahanannya. Pria 34 tahun yang sempat menyandang status tersangka ini pun menyalami mantan istri dan anaknya yang turut hadir dalam kegiatan ini. Ia menyampaikan permohonan maaf atas perbuatannya.

Penghentian penuntutan dengan mekanisme keadilan restoratif itu dipimpin langsung Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru, Teguh Wibowo, Kamis (23/6). Turut hadir Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum), Zulham Pardamean Pane, Kasi Intelijen Lasargi Marel, Kasubbagbin Yongki Arvius, dan lain-lain.

Disebutkan Kajari, restorative justice diberikan kepada Hendra, sesuai dengan persyaratan yang ditentukan perundang-undangan yang berlaku. Pertama, Hendra baru pertama kali melakukan tindak pidana. Kedua, ancaman hukuman atas perbuatannya, tidak lebih dari 5 tahun.

"Kemudian nilai kerugian yang dialami korban, mantan istri tersangka ini, kurang lebih sekitar Rp2,5 juta," ujar Kajari Teguh.

Baca Juga: Terpilih Secara Aklamasi, Taufik Pimpin Percasi Inhil Periode 2022-2026

Tak kalah penting dipaparkan Teguh, syarat lain restorative justice ini, yakni pihak korban bersedia memaafkan tersangka, yang dinyatakan dengan perdamaian.

"Alhamdulillah hari ini tersangka Hendra ini sudah lepas dari tuntutan," sebut mantan Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatra Barat (Sumbar).

Kajari kemudian mengisahkan ihwal perkara yang menjerat Hendra. Tersangka ini diketahui melakukan tindak pidana pencurian satu unit handphone milik mantan istrinya.

Tersangka awalnya datang ke tempat usaha istrinya. Kebetulan mantan istrinya sedang melayani konsumen.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X