Diduga Tak Profesional, Seorang Oknum Penyidik Polres Natuna Dipropamkan

- Senin, 20 Juni 2022 | 23:24 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

HALUANRIAU.CO, NATUNA - Seorang warga bernama Mirna Susanti membuat pengaduan ke Seksi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Resor Natuna. Adapun pihak Terlapor adalah Ipda YA, seorang Penyidik di Unit Idik II Tipiter Satreskrim Polres Natuna.

Laporan pengaduan (lapdu) itu terkait dugaan penyalahgunaan wewenang, ketidakprofesionalan dan atau keberpihakan penyidik serta unprosedural dalam menangani perkara. Lapdu tersebut telah diterima dengan Nomor : STPL/01/IV/2022/Yanduan tertanggal 15 Juni 2022 lalu. Adapun yang dilaporkan berinisial Ipda YA selaku Kanit II Tipiter Satreskrim Polres Natuna.

"Kami melaporkan Ipda YA ke Propam Polres Natuna," ujar Muhajir selaku Penasihat Hukum dari Mirna Susanti, Senin (20/6).

Disampaikannya, lapdu ke Propam itu bermula saat kliennya dipanggil untuk dimintai keterangan berdasarkan surat panggilan Nomor: B/1078/III/Res.1.24/2021/Reskrim di Polres Natuna. Laporan ini, menindaklanjuti laporan pengaduan dugaan tindak pidana perzinahan dan perbuatan tidak menyenangkan atas Pelapor berinisial AH yang tak lain adalah suami Mirna dulunya.

"Perkara itu ditangani Unit Idik II (Tipiter) Satreskrim Polres Natuna yang dipimpin Kanit Ipda YA," kata Advokat yang akrab disapa Jirin.

Saat pemeriksaan tersebut, kata Jirin, kliennya diintimidasi dan dibujuk oleh Penyidik untuk mengakui segala perbuatan yang dituduhkan kepadanya. Selain itu, kliennya juga diiming-imingi perkara itu tidak akan dilanjutkan dan tidak akan ada lagi pemanggilan terhadap Terlapor dan saksi lainnya.

Kendati sudah mengikuti kemauan penyidik, Muhajirin mengatakan, penanganan perkara tetap berlanjut dengan pemanggilan saksi lainnya dan Pelapor. Ia menduga perbuatan oknum Penyidik itu atas perintah AH selaku pelapor karena kedua memiliki kedekatan.

"Berdasarkan keterangan dan alat bukti dari klien kami, diketahui dan diduga bahwa Ipda YA mendapat bantuan fasilitas satu unit mobil dari AH. Kendaraan itu digunakan untuk berdinas dan operasional selama bertugas di Polres Natuna," sebut Muhajirin.

Terhadap perkara itu, dia menuturkan, bukan kewenangan atau spesialis bidang dari Unit Tipiter. Akan tetapi ternyata ditangani oleh Unit Idik II Tipiter Satreskrim Polres Natuna.

Ipda YA, kata dia, juga pernah hadir sebagai saksi dalam persidangan di Pengadilan Agama (PA) Natuna pada 12 Februari 2022 lalu. Kehadiran yang bersangkutan diduga tidak mendapatkan surat tugas atau perintah dari Pimpinan Polres Natuna.

Halaman:

Editor: Dodi Ferdian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X