Inkrah, Jaksa Eksekusi Mantan Camat Tenayan Raya Abdimas Syahfitrah

- Kamis, 16 Juni 2022 | 22:23 WIB
Pihak Kejaksaan mengeksekusi mantan Camat Tenayan Raya Abdimas Syahfitrah
Pihak Kejaksaan mengeksekusi mantan Camat Tenayan Raya Abdimas Syahfitrah

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Pihak Kejaksaan telah mengeksekusi Abdimas Syahfitrah. Mantan Camat Tenayan Raya itu harus menjalani hukuman 6 tahun penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah.

Abdimas adalah salah satu pesakitan perkara korupsi dana Program Masyarakat Berbasis Rukun Warga (PMBRW) dan Dana Kelurahan (Dankel) di Kecamatan Tenayan Raya Tahun 2019. Perkara itu kemudian mengantarkan mantan lurah terbaik tingkat nasional itu ke persidangan.

Perkaranya telah dinyatakan inkrah berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 1121 K /PID.SUS/2022, tanggal 30 Maret 2022. Dalam putusan itu, Abdimas divonis 6 tahun penjara, dan denda sebesar Rp100 juta subsidair 4 bulan kurungan. Selain itu, Abdimas juga dihukum membayar uang pengganti sejumlah Rp493.486.858 subsidair 1 tahun kurungan.

Menurut Hakim, Abdimas dinyatakan bersalah melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-undang (UU) RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Atas putusan itu, JPU kemudian mengeksekusi Abdimas. "Benar, perkara tersebut telah inkrah dan Terpidana telah dieksekusi," ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pekanbaru Teguh Wibowo saat dikonfirmasi melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Agung Irawan, Kamis (16/6).

Dikatakan Agung, pelaksanaan eksekusi dilakukan Kasubsi Penuntutan, Upaya Hukum Luar Biasa dan Eksekusi, Dewi Shinta Dame Siahaan, dan Jaksa Fungsional pada Bidang Pidsus Kejari Pekanbaru, Lusi Yetri Man Mora.

"Terpidana divonis 6 tahun penjara," tegas mantan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Dumai itu.

Diketahui, saat perkara bergulir di lembaga peradilan tingkat pertama, hakim menjatuhkan vonis selama 5 tahun penjara terhadap Abdimas, dan denda Rp100 juta subsidair 4 bulan kurungan. Selain itu, Abdimas juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp493.486.858 subsidair 1 tahun penjara.

Atas putusan itu, Jaksa mengajukan upaya hukum banding. Hasilnya, Pengadilan Tinggi Pekanbaru menjatuhkan hukuman lebih tinggi. Yaitu, 6 tahun penjara, denda Rp100 juta subsidair 4 bulan kurungan, dan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp493.486.858 subsidair 1 tahun penjara.

Abdimas menyandang status tersangka sejak 4 November 2020 lalu. Modus perbuatan rasuah Abdimas, dana PMBRW dan Dankel setelah cair seharusnya dikelola oleh masing-masing satuan kerja di Kecamatan Tenayan Raya. Tapi karena Abdimas punya otoritas, sehingga bisa memaksa mengelola sendiri.

Halaman:

Editor: Dodi Ferdian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X