Buronan Korupsi Pembangunan Puskemas Pulau Burung Menyerahkan Diri

- Rabu, 15 Juni 2022 | 14:10 WIB
Tersangka ES menjalani pemeriksaan (Dodi/HRC)
Tersangka ES menjalani pemeriksaan (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - ES akhirnya menyerahkan diri. Sempat menyandang status buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang, pria 34 tahun itu akhirnya mendatangi ke Kantor Kejaksaan Negeri Indragiri Hilir, Rabu (15/6).

Dia merupakan salah satu tersangka dalam perkara dugaan korupsi pembangunan Puskesmas Pulau Burung pada Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil Tahun Anggaran (TA) 2019. Dalam proyek tersebut, dia merupakan kontraktor pelaksana.

Dia menyandang status tersangka bersama tiga orang lainnya yang saat ini penanganan perkaranya telah dilimpahkan ke Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kamis (2/6) kemarin. Mereka masing-masing berinisial EC selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), H selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan HDK selaku Konsultan Pengawas. Saat ini, ketiganya telah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan.

Berbeda dengan tiga tersangka tersebut, ES memilih kabur sesaat ditetapkan sebagai tersangka pada 22 Maret 2022 lalu. Dia kemudian menyandang status buron dan masuk dalam DPO.

Baca Juga: Universitas Islam Riau Gelar Wisuda, 1538 Wisudawan Hadir Secara Luring

Dia akhirnya menyerahkan diri dengan mendatangi kantor Kejari Inhil, Rabu (15/6). "Benar. Yang bersangkutan menyerahkan diri dengan datang ke kantor sekitar pukul 10.00 WIB," ujar Kepala Kejari (Kajari) Inhil, Rini Triningsih melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Haza Putra, Rabu siang.

Saat ini, sebut Haza, yang bersangkutan tengah menjalani proses pemeriksaan oleh Tim Jaksa Penyidik pada Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Inhil. "Dia diperiksa dalam statusnya sebagai tersangka," sebut Haza.

Mengingat proses pemeriksaan masih berjalan, belum diketahui apakah nantinya ES langsung dilakukan penahanan atau tidak. "Informasi lebih lanjut, nanti akan kami sampaikan," pungkas Haza.

Dari informasi yang dihimpun, dugaan rasuah yang diusut adalah dugaan tindak pidana korupsi dalam Pembangunan Puskesmas Pulau Burung pada Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil TA 2019. Adapun anggarannya sebesar Rp5.232.000.000 yang bersumber Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Inhil.

Terdapat kekurangan volume pekerjaan dari pembangunan proyek tersebut, atau tidak sesuai dengan kontrak yang ada. Diduga adanya mark up dalam kegiatan tersebut, dimana hal tersebut melanggar dan bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri Tahan Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 22:17 WIB
X