HALUANRIAU.CO, TEMBILAHAN - Dalam waktu singkat, anggota kepolisian Polsek Pulau Burung, Polres Indragiri Hilir (Inhil) berhasil membekuk 2 pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor), inisial IE (19) dan BSW (16), yang terjadi pada Selasa (7/6/22) lalu.
Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui Humas Polres Inhil AKP Liber Nainggolan, memaparkan kronologis pengungkapan curanmor tersebut.
"Korban adalah pegawai perusahaan PT RSUP Pulau Burung, Muhammad Rusli (31). Seperti biasa Ia melaksanakan aktivitas rutin pergi bekerja di PT RSUP Pulau Burung dengan menggunakan sepeda motor. Korban memarkirkan sepeda motornya, lalu masuk ke dalam PT RSUP untuk bekerja," paparnya.
Sekitar pukul 17.00 WIB korban usai bekerja, namun tidak langsung pergi mengambil sepeda motor, melainkan berjalan kaki menuju rumah temannya.
"Namun, korban mendapat telpon dari ADM perusahaan, sepeda motor miliknya telah hilang dicuri," kata AKP Nainggolan.
Korban mengalami kerugian kurang lebih Rp10 juta, lalu melapor ke Mapolsek Pulau Burung.
"Tak lama mendapat aduan laporan curanmor itu, anggota Polsek Pulau Burung memperoleh informasi ada orang yang mau menjual sepeda motor hasil curian. Kapolsek Pulau Burung langsung memerintahkan untuk dilakukan penyelidikan," jelasnya.
Tim Opsnal Polsek Pulau Burung lalu memancing para pelaku untuk menjual sepeda motor hasil curian tersebut, dengan berpura-pura sebagai pembelinya.
Baca Juga: Wakajati Riau Tinjau Persiapan Launching Rumah Restorative Justice Seiya Sekata di Pelalawan
"Pelaku mengajak melakukan transaksi jual beli sepeda motor di tepi kanal RSUP Basika Jaya Desa Pulau Burung. Saat Tim Opsnal Polsek Pulau Burung sampai di lokasi, kedua pelaku telah menunggu di lokasi. Keduanya langsung diamankan tanpa adanya perlawanan, berikut barang bukti 1 (satu) unit sepeda motor," ungkap AKP Nainggolan.
Dari hasil interogasi singkat, para pelaku mengakui sepeda motor tersebut dicuri mereka dari parkiran PT RSUP.
"Kedua pelaku dan barang bukti di bawa ke Mapolsek Pulau Burung guna proses lebih lanjut. Pelaku inisial IE dikenai pasal 363 KUHPidana dan terancam pidana penjara maksimal 7 tahun penjara. Sementara pelaku inisial BSW diatur dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak," tuturnya.
Artikel Terkait
Sidang Gugatan Ingot vs Darmiwati Masuk Tahap Pembuktian, Tergugat Siap Hadirkan Bukti-bukti
Gugatan Asri Auzar Dkk terhadap DPP Partai Demokrat Masuk Ranah Sengketa Partai Politik
Terkait Gugatan Asri Auzar, Demokrat: Pengadilan Negeri Belum Berwenang Mengadili
Kejati Riau Periksa Ketua Lembaga Penelitian dalam Perkara Dugaan Korupsi di UIN Suska Riau
Gadis Disabilitas di Cabuli Ayah Tiri Hingga Hamil, 200 Warga Kepung Pelaku
Satres Narkoba Polres Kuansing, Amankan Pemilik dan Pengedar Sabu di Desa Simpang Sako Pangean
Project Manager PT GUA, Terdakwa Korupsi di RSUD Bangkinang Terancam 20 Tahun Penjara
Jalani Sidang Perdana, Mantan Lurah Tirta Siak Didakwa Terima Suap dalam Pengurusan Surat Tanah
Kakanwil BPN Riau Disebut Terima Rp1,2 Miliar terkait Perpanjangan Izin HGU PT Adimulia Agrolestari
Kejati Riau Lanjutkan Pemeriksaan Para Debitur dalam Perkara Kredit Fiktif di BSM Capem Pangkalan Kerinci