Project Manager PT GUA, Terdakwa Korupsi di RSUD Bangkinang Terancam 20 Tahun Penjara

- Selasa, 7 Juni 2022 | 17:06 WIB
RSUD Bangkinang
RSUD Bangkinang

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Seorang terdakwa dugaan korupsi Pembangunan Gedung Rawat Inap Tahap III RSUD Bangkinang terancam pidana 20 tahun penjara. Keduanya diduga terlibat rasuah yang mengakibatkan timbulnya kerugian negara sebesar Rp8 miliar lebih.

Terdakwa dimaksud adalah Emrizal yang merupakan Project Manager PT Gemilang Utama Alen (GUA). Dia telah menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Senin (6/6) kemarin.

Sidang beragendakan pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dimana sidang tersebut dipimpin majelis hakim Dahlan. Sedangkan, terdakwa Emrizal didampingi kuasa hukumnya Boy Gunawan.

Dalam surat dakwaan JPU, K Ario Utomo menyampaikan, terdakwa bersama-sama dengan Mayusri selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Rif Helvi Arselan sebagai Tim Leader Konsultan Manajemen Konstruksi pengganti PT Fajar Nusa Konsultan, Abdul Kadir Jaelani Djumra dan Ki Agus Toni Azwarani selaku Kuasa Direksi PT GUA yang dituntut secara terpisah melakukan tindak pidana korupsi pada tahun 2019.

Emrizal selaku Project Manager PT GUA dan Surya Darmawan berstatus buronan pada 17 Mei 2019-21 Maret 2020 telah bekerja sama meminjam dan menggunakan PT GUA untuk mengikuti lelang pekerjaan proyek infastuktur tersebut senilai Rp48.035.821.000.

Baca Juga: Thiago Alcantara Permudah Jalan Mane ke Bayern Munchen

"Sekaligus mempengaruhi Pokja Pemilihan V pada Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Kampar, supaya PT Gemilang Utama Alen dimenangkan dalam lelang pekerjaan Pembangunan Gedung Rawat Inap Tahap III di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang Kabupaten Kampar Tahun Anggaran 2019 tersebut," sebut Ario.

Dalam kerja sama tersebut, disepakati bahwa Ki Agus Toni Azwarani selaku Kuasa Direksi, sedangkan Emrizal akan ditunjuk selaku Project Manager meski tidak memiliki kualifikasi keahlian. Sehingga, dalam pelaksanaan fisik di lapangan, personel yang bekerja di lapangan berbeda dengan yang ditawarkan dalam dokumen penawaran PT GUA.

Dimana, yang telah ditetapkan selaku Project Manager adalah Soni Hartaman. Seharusnya pergantian personel tersebut harus mendapat persetujuan tertulis Mayusri selaku PPK dan Rif Helvi Arselan selaku Tim Leader Konsultan Manajemen Konstruksi pengganti PT Fajar Nusa Konsultan atau selaku Pengawas pekerjaan.

Selanjutnya dalam pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut, Ki Agus Toni Azwarani selaku Kuasa Direksi PT GUA dan terdakwa Emrizal selaku Project Manager, tidak meyelesaikan pekerjaan sebagaimana Kontrak Nomor: 445/RSUD/PPK/APBD-DAK/2019/022 tanggal 17 Mei 2019.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri Tahan Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 22:17 WIB

Polri Resmi Tetapkan Bharada E Sebagai Tersangka

Rabu, 3 Agustus 2022 | 23:59 WIB
X