Korupsi Modus SPK Fiktif, Pihak bank bjb Harus Turut Bertanggung Jawab

- Rabu, 27 April 2022 | 17:47 WIB
Logo Bank BJB
Logo Bank BJB

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Jaksa Peneliti memberikan petunjuk kepada penyidik terkait dugaan korupsi di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) Cabang Pekanbaru dengan tersangka Arif Budiman. Salah satunya, meminta pertanggungjawaban pihak bank dalam perkara tersebut.

Pengusutan perkara dilakukan penyidik pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/A/498/XII/2021/SPKT/RIAU tanggal 9 Desember 2021. Atas hal itu, penyidik menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (SPDP) pada 13 Desember 2021.

Penyidik lalu menerbitkan Surat Pemberitahuan Penetapan Tersangka pada 4 April 2022 yang lalu, atas nama Arif Budiman. Dia merupakan debitur di bank tersebut.

Dalam proses penyidikan, sebanyak 25 orang saksi telah diperiksa. Di antaranya, 15 saksi dari pihak bank, 4 orang saksi dari Kontraktor Sah, 3 saksi dari pihak Sekretariat DPRD Riau, 1 saksi dari Disdik Kuansing, 5 saksi dari pihak yang melalukan penarikan atau pencairan cek, serta saksi Ahli sebanyak 3 orang.

Baca Juga: Kejati Riau Sidik Dugaan Korupsi di Bank Syariah Mandiri Capem Pangkalan Kerinci Senilai Rp41 M

Selain itu, penyidik juga telah mengantongi hasil audit kerugian negara senilai Rp7.233.091.582, dan mengamankan sejumlah barang bukti. Selanjutnya, penyidik melimpahkan berkas perkara Arif Budiman ke Kejaksaan pada Rabu (20/4) kemarin.

Selanjutnya, Jaksa Peneliti menelaah kelengkapan syarat formil dan materil perkara dalam waktu 14 hari. Namun belum habis waktu tersebut, Jaksa telah menentukan sikap.

"Berkas perkara belum lengkap," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Muhammad Rasyid, Rabu (27/4).

Atas hal itu, kata Rasyid, pihaknya memberikan petunjuk demi kelengkapan berkas perkara. Saat disinggung, apakah petunjuk tersebut terkait penerapan pasal, dan belum adanya pihak bank yang ditetapkan sebagai tersangka, Rasyid tidak menampiknya.

"Ya, salah satunya itu (penerapan pasal, red)," kata Kasi E Bidang Intelijen Kejati Riau itu, seraya mengatakan berkas perkara telah dikembalikan ke penyidik disertai petunjuk atau P-19.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X