Arya Wijaya, Terpidana Kredit Fiktif di Bank Riau Kepri Senilai Rp35,2 M Diringkus di Banten

- Kamis, 21 April 2022 | 20:20 WIB
Terpidana Arya Wijaya saat diamankan petugas (Dodi/HRC)
Terpidana Arya Wijaya saat diamankan petugas (Dodi/HRC)


HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Usai sudah pelarian Arya Wijaya. Direktur Utama PT Saras Perkasa itu merupakan terpidana korupsi kredit fiktif di Bank Riau Kepri itu senilai Rp35,2 miliar lebih. Dia diamankan di Provinsi Banten.

Saat dikonfirmasi, Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Raharjo Budi Kisnanto, membenarkan hal tersebut. Dikatakan Raharjo, Arya Wijaya ditangkap saat berada di Bhuvana Residence, Jalan Palem Puri, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten, Kamis (21/4) sekitar pukul 17.15 WIB.

"Buronan ditangkap di Tangerang Selatan, Banten," ujar Raharjo, Kamis malam.

Saat ini, kata Raharjo, terpidana akan dibawa ke Pekanbaru untuk dieksekusi. Hal itu mengingat perkara tersebut telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah sejak tahun 2016 lalu.

Diterangkan Raharji, Arya Wijaya menyandang status terpidana berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 332K/Pid.Sus/2015 tanggal 11 Januari 2016. Dia dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama dengan kerugian negara sebesar Rp35,2 miliar.

"Dia divonis 15 tahun penjara, dan denda sebesar Rp1 miliar subsidair pidana kurungan selama 8 bulan," sebut Raharjo.

"Terpidana juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp2 miliar subsidair 2 tahun penjara," pungkas mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng) tersebut.

Baca Juga: Gabung dengan Satgas Pamtas RI-PNG, 450 Prajurit Yonif 132/BS Bakal Disuntik Uji Klinik Vaksin Malaria

Sebelumnya pada sidang yang digelar Senin (24/5) tahun 2014 lalu, majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru menjatuhkan putusan lepas atau Onslaacht kepada Arya Wijaya. Hakim menilai dia tidak terbukti sebagai perbuatan pelanggaran pidana, melainkan perkara perdata.

Padahal Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat itu menuntut Arya selama 15 tahun penjara, denda sebesar Rp1 miliar atau subsidair 6 bulan penjara. Dia juga dituntut membayar denda Rp35,2 miliar subsidair 8 tahun penjara.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X