Bobol Rekening Bank BJB Rp7 M dengan Menggunakan SPK Palsu, Seorang Debitur di Pekanbaru Jadi Tersangka

- Rabu, 20 April 2022 | 13:28 WIB
Ilustrasi (Pixabay)
Ilustrasi (Pixabay)


HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Arif Budiman ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dalam pemberian kredit modal kerja konstruksi di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) Cabang Pekanbaru. Dalam hal ini, Arif merupakan debitur di bank tersebut.

Pengusutan perkara dilakukan penyidik pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/A/498/XII/2021/SPKT/RIAU tanggal 9 Desember 2021. Atas hal itu, penyidik menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (SPDP) pada 13 Desember 2021.

Penyidik lalu menerbitkan Surat Pemberitahuan Penetapan Tersangka pada 4 April 2022 yang lalu. "Tersangka berinisial AB (Arif Budiman, red)," ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Rabu (20/4).

Kombes Pol Sunarto kemudian menerangkan kronologis perkara yang menjerat pria berusia 46 tahun tersebut. Dikatakan Kabid, perbuatan rasuah itu terjadi dalam rentang waktu lebih kurang selama setahun, yakni antara tanggal 18 Februari 2015 hingga 18 Februari 2016.

Baca Juga: Masih Rangkaian Hari Bakti Pemasyarakatan, Jajaran Rutan Siak Gelar Upacara Ziarah Kubur dan Tabur Bunga

"Pada tanggal 18 dan 23 Februari 2015, tersangka AB, wiraswasta Pengelola perusahaan CV PGR, CV PB, CV HK dan CV. PW mengajukan permohonan kepada pihak bank untuk mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja Kontruksi di bank bjb Cabang Pekanbaru," sebut Kombes Pol Sunarto.

Dalam melakukan pencairan kredit tersebut CV PB dan CV PGR diduga menggunakan Surat Perintah Kerja (SPK) tidak sah atau fiktif atas kegiatan pekerjaan yang dilaksanakan di Kantor DPRD Provinsi Riau dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

"Pencairan KMKK tersebut masuk ke rekening giro CV PGR dan CV PB, karena menggunakan SPK tidak sah/fiktif dan mengakibatkan kredit macet CV PGR dan CV PB di bank bjb Cabang Pekanbaru. Hal itu lantaran tidak ada sumber pengembalian dana," terang perwira menengah Polri yang akrab disapa Narto.

Sejauh ini, kata Narto, Penyidik telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi sebanyak 25 orang. Di antaranya, 15 saksi dari pihak bank, 4 orang saksi dari Kontraktor Sah, 3 saksi dari pihak Sekretariat DPRD Riau, 1 saksi dari Disdik Kuansing, 5 saksi dari pihak yang melalukan penarikan atau pencairan cek, serta saksi Ahli sebanyak 3 orang. Selain itu, penyidik juga telah mengantongi hasil audit kerugian negara yang ditimbulkan dalam perkara tersebut.

Baca Juga: Didukung 100 Persen PAC, Dodi Saputra Pimpin Demokrat Rokan Hilir

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Usai Diperiksa, Pemilik PT Duta Palma Group Sakit

Kamis, 18 Agustus 2022 | 15:37 WIB
X