Berkas Perkara Mantan Gubernur Riau, Annas Maamun Dinyatakan Lengkap

- Selasa, 19 April 2022 | 15:13 WIB
Annas Maamun (Rompi Orange)
Annas Maamun (Rompi Orange)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Berkas dugaan korupsi dengan tersangka Annas Maamun dinyatakan lengkap atau P-21 dan perkaranya telah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum. Dalam waktu dekat, berkas perkara mantan Gubernur Riau itu akan dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan.

Adapun perkara yang menjerat Annas Maamun adalah dugaan rasuah berupa suap terkait dengan pengesahan RAPBDP TA 2014 dan RAPBD TA 2015 Provinsi Riau. Penanganan perkara dilakukan penyidik pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Saat dikonfirmasi, Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, membenarkan hal tersebut. Dikatakan Ali, berkas perkara tersangka 81 tahun itu telah dinyatakan P-21 beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, penyidik melimpahkan tersangka dan barang bukti ke JPU. Tahap II itu dilaksanakan pada Senin (18/4) kemarin.

"Penyidikan perkara telah selesai dan seluruh kelengkapan isi perkara dinyatakan lengkap," ujar Ali Fikri, Selasa (19/4).

Baca Juga: Muhadjir Effendy Sebut 3,2 Persen Pelajar serta Mahasiswa di Indonesia 'Cicipi' NAPZA

Dengan telah dilaksanakannya proses tahap II, kata Ali, status penahanan tersangka pun beralih menjadi kewenangan Tim JPU. "Penahanan masih dilakukan untuk waktu 20 hari oleh Tim Jaksa sampai nanti tanggal 7 Mei 2022 di Rutan KPK pada Kavling C1," lanjut Ali Fikri.

Sembari itu, lanjut Ali, Tim Jaksa akan mempersiapkan segala sesuatunya terkait pelimpahan berkas perkara ke pengadilan. Ali menegaskan, berkas perkara akan dilimpahkan paling lama dalam 14 hari ke depan.

"Tim Jaksa dalam waktu 14 hari kerja dipastikan segera melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan ke Pengadilan Tipikor. Persidangan diagendakan akan dilaksanakan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru," pungkas Ali Fikri.

Sebelumnya, Annas Maamun mencoba melakukan 'perlawanan' terhadap KPK pasca ditetapkan tersangka dan ditahan, dengan cara melayangkan gugatan praperadilan. Dengan harapan, status tersangkanya bisa dinyatakan tidak sah oleh hakim, dan ia kembali bebas.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X