Lagi, Komnas HAM Tak Setuju Pemerkosa 13 Santriwati, Herry Wirawan Divonis Mati

- Selasa, 5 April 2022 | 16:51 WIB
Ketua Komisi Nasional untuk Hak Asasi Manusia Ahmad Taufan Damanik.(Muhammad Zulfikar)
Ketua Komisi Nasional untuk Hak Asasi Manusia Ahmad Taufan Damanik.(Muhammad Zulfikar)

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengungkapkan bahwa pihaknya tak setuju vonis hukuman mati yang dijatuhkan kepada pemerkosa 13 santriwati, Herry Wirawan.

Hal tersebut ia ungkapkan sebagai bentuk mengingatkan kepada para penegak hukum bahwa vonis hukuman mati sudah dihapuskan dari sistem peradilan di banyak negara.

Ahmad melandaskan bahwa hukuman mati selama ini tidak pernah terbukti memberikan efek jera dan melanggar HAM.

"Kami selalu ingin mengingatkan pada penegak hukum terutama hakim kasasi yang mungkin saja ditempuh oleh terpidana atau pengacaranya. Kami berharap para hakim kasasi nanti mempertimbangkan satu tren global bahwa hukuman mati secara bertahap telah dihapuskan, hanya tinggal beberapa negara lagi yang mengadopsi hukuman mati, termasuk Indonesia," kata Taufan di Jakarta, Selasa (5/4/2022).

Baca Juga: Polda Riau Belum Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Pemberian KMKK oleh bank bjb

Lebih lanjut Ahmad menegaskan bahwasanya hal tersebut semata-mata untuk mengeleminasi hukuman mati di dalam sistem peradilan yang bertentangan dengan HAM,  bukan tidak menghormati keadilan bagi orang-orang yang menjadi korban dari perilaku bejat Herry Wirawan.

"Komnas HAM tentu saja sangat berempati pada korban. Korban adalah pihak yang utama untuk diperhatikan, karena itu kami juga sangat kuat mendorong agar ada proses restitusi, rehabilitasi, dan perhatian yang lebih serius dalam kasus Herry Wirawan maupun kasus lainnya kepada korban," tegasnya.

Dia membeberkan bahwa tidak ada hubungan antara hukuman mati dengan pengurangan jumlah kasus pidana yang sama, sehingga hukuman mati tidak serta merta memberikan efek jera yang luas di masyarakat.

"Kalau kita lihat kajian-kajian terkait dengan penerapan hukuman mati, tidak ditemukan korelasi antara penerapan hukuman mati dengan efek jera atau pengurangan tindak pidana. Baik tindak pidana kekerasan seksual, terorisme, atau narkoba dan lainnya," tutur Taufan.

Baca Juga: Dinilai Efektif dan Efisien Kelola Keuangan Daerah,Pemko Dumai Terima Sertifikat Maturitas SPIP dari BPKP Riau

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Sumber: Suara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X