Polda Riau Belum Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Pemberian KMKK oleh bank bjb

- Selasa, 5 April 2022 | 16:18 WIB
Logo Bank BJB
Logo Bank BJB

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Penyidikan dugaan korupsi di Bank Jawa Barat Cabang Pekanbaru telah dimulai sejak medio Desember 2021 kemarin. Hampir 4 bulan berselang, penyidik belum menetapkan nama tersangka, kendati keterangan saksi, ahli, dan audit penghitungan kerugian negara telah dikantongi.

Adapun perkara dimaksud adalah dugaan korupsi dalam pemberian kredit modal kerja konstruksi (KMKK) oleh bank kepada debitur grup perusahaan menggunakan surat kontrak palsu atau surat perintah kerja (SPK) tidak sah atau fiktif. Hal itu berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/A/498/XII/2021/SPKT/Riau, tanggal 9 Desember 2021 kemarin.

Pengusutan perkara yang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau itu telah masuk dalam tahap penyidikan. Hal itu ditandai dengan dikirimnya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan pada Desember 2021 kemarin.

Dalam proses penyidikan, polisi telah memeriksa puluhan saksi, dan sejumlah saksi ahli, seperti Ahli Keuangan Negara, Auditor Keuangan Negara, dan Ahli Pidana Korupsi.

Baca Juga: Dinilai Efektif dan Efisien Kelola Keuangan Daerah,Pemko Dumai Terima Sertifikat Maturitas SPIP dari BPKP Riau

Selain itu, penyidik juga telah mengantongi hasil audit penghitungan kerugian negara yang dilakukan auditor pada Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau. Adapun nilai kerugian negaranya sebesar Rp7.233.091.582

Kendati begitu, hingga kini penyidik tak kunjung menetapkan nama tersangka dalam perkara tersebut. "Masih berproses," ujar Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto saat dikonfirmasi hal ini, Selasa (5/4).

Diakui Sunarto, penyidik, penyidik telah melakukan gelar perkara. Dalam waktu dekat akan ada penetapan tersangka yang jumlahnya diyakini lebih dari satu orang.

"Tinggal penetapan tersangka. Sudah digelar oleh penyidik," pungkas mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) itu.

Dari informasi yang dihimpun, dugaan rasuah tersebut terjadi dalam kurun waktu 18 Februari 2015 hingga tanggal 18 Februari 2016 lalu. Bermula saat CV PGR dan CV PB mengajukan permohonan pada 18 Februari 2015 dan 23 Februari 2015 untuk mendapatkan fasilitas KMKK di bank bjb.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri Tahan Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 22:17 WIB

Polri Resmi Tetapkan Bharada E Sebagai Tersangka

Rabu, 3 Agustus 2022 | 23:59 WIB
X