Kejari Rokan Hulu Hentikan Dua Perkara Melalui Mekanisme Restorative Justice, Ini Alasannya

- Senin, 4 April 2022 | 21:57 WIB
Kajari Pri Wijeksono dan Kasi Pidum Kejari Rohul Hendar Rasyid Nasution mendampingi terdakwa M Doni Hasibuan dan korban
Kajari Pri Wijeksono dan Kasi Pidum Kejari Rohul Hendar Rasyid Nasution mendampingi terdakwa M Doni Hasibuan dan korban

Terdakwa Muhammad Doni Hasibuan, kata Ari, terpaksa melakukan pencurian buah kelapa sawit karena keadaan ekonomi yang sedang tidak baik. Sementara dirinya memiliki seorang istri dan seorang anak yang masih kecil.

"Terdakwa berniat menjual buah kelapa sawit milik korban MB guna memenuhi kebutuhan sehari-hari," lanjut Ari.

Dalam kesempatan itu, Ari membeberkan alasan penghentian proses penuntutan terhadap dua terdakwa tersebut. Para terdakwa, sebut Ari, baru pertama kali melakukan tindak pidana. Selain itu, adanya kesepakatan perdamaian antara terdakwa dan korban.

"Selain itu, pasal yang disangkakan pada pidananya diancam paling lama 5 tahun," imbuh Ari Supandi.

Ditambahkan Hendar Rasyid Nasution, kedua terdakwa tersebut sebelumnya ditangani penyidik pada Polsek Tambusai Utara. Seiring jalannya waktu, berkas keduanya dinyatakan lengkap atau P-21.

Lalu, dilakukan proses tahap II atau pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Keduanya, kata Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Rohul itu, kemudian dititipkan di Rutan Mapolsekta Tambusai Utara.

"Tadi keduanya kami jemput dan dibawa ke kantor (Kejari Rohul). Lalu, keduanya dipertemukan dengan pihak korban," kata Hendar.

"Lalu dibacakan SKP2 (Surat Keterangan Penghentian Penuntutan,red)," sambung Hendar.

Menurut Hendar, penghentian penuntutan dengan mekanisme RJ ini dilakukan berdasarkan Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif. Seluruh tahapan telah dilalui, sehingga proses tersebut bisa dilakukan.

"Tadi Pak Kajari juga berpesan, ambil hikmah dari peristiwa ini. Jangan pernah lagi melakukan tindak pidana. Kalau melakukan lagi, perkara tidak bisa lagi dihentikan," pungkas mantan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Tarutung, Sumatra Utara (Sumut) itu.

Halaman:

Editor: Dodi Ferdian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri Tahan Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 22:17 WIB

Polri Resmi Tetapkan Bharada E Sebagai Tersangka

Rabu, 3 Agustus 2022 | 23:59 WIB
X