Dinilai Tak Kooperatif, KPK Jemput Paksa Annas Maamun di Pekanbaru

- Rabu, 30 Maret 2022 | 18:29 WIB
Annas Maamun (baju putih) (Tsia/Voi)
Annas Maamun (baju putih) (Tsia/Voi)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Annas Maamun dijemput paksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi di kediamannya di Pekanbaru. Hal itu dilakukan karena mantan Gubernur Riau itu dinilai tidak kooperatif menjalani proses hukum yang masih menjeratnya.

Annas merupakan terpidana 7 tahun dalam perkara suap alih fungsi hutan Riau. Pada Oktober 2019 lalu, dia mendapat grasi dari Presiden Joko Widodo dengan pengurangan hukuman selama 1 tahun.

Lalu pada 21 September 2020, Annas dikeluarkan dari sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat (Jabar). Ternyata, masih ada satu perkara lagi yang menjerat Annas Maamun sebagai tersangka. Yakni, dugaan korupsi berupa suap terkait pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) Riau 2014 dan RAPBD Riau Tahun 2015. Sama seperti sebelumnya, perkara ini ditangani penyidik KPK.

Dalam kasus ini, sejumlah anggota DPRD Riau kala itu, terseret dan sudah divonis. Suap bernilai Rp1 miliar untuk ketuk palu itu juga menyeret Ahmad Kirjauhari, mantan Ketua DPRD Riau, Johar Firdaus, Suparman, dan Riki Hariansyah. Mereka dinyatakan turut secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi.

Baca Juga: 174 Kepsek Dilantik, 'Kisah Lama Jangan Sampai Terulang'

"Hari ini, Rabu (30/3) tim penyidik KPK memanggil paksa AM (Gubernur Riau periode 2014-2019) dari tempat tinggalnya di Pekanbaru, Riau," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Rabu sore.

Dalam perkara itu, penyidik berupaya melakukan pemeriksaan terhadap Annas Maamun. Namun mantan Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu tidak mengindahkannya.

"Perintah membawa tersebut dilakukan karena KPK menilai yang bersangkutan tidak kooperatif untuk hadir memenuhi panggilan tim penyidik KPK," sebut Ali.

"Pemanggilan terhadap yang bersangkutan sebelumnya telah dilakukan secara patut dan sah menurut hukum," sambungnya.

Berikutnya, kata Ali, Annas Maamun dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk pemeriksaan lanjutan. "Perkembangan akan diinfokan," pungkas Ali Fikri.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X