Usut Dugaan Korupsi di BJB Cabang Pekanbaru, Penyidik Segera Tetapkan Nama Tersangka

- Senin, 28 Maret 2022 | 18:39 WIB
Ilustrasi korupsi (Pixabay)
Ilustrasi korupsi (Pixabay)


HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Kepolisian Daerah Riau mengusut dugaan korupsi di Bank Jawa Barat Cabang Pekanbaru yang merugikan keuangan negara lebih dari Rp7 miliar. Perkara tersebut diketahui telah naik ke tahap penyidikan, dan dalam waktu dekat akan ada penetapan tersangka.

Adapun perkara dimaksud adalah dugaan korupsi dalam pemberian kredit modal kerja konstruksi (KMKK) oleh bank kepada debitur grup perusahaan menggunakan surat kontrak palsu atau surat perintah kerja (SPK) tidak sah atau fiktif. Hal itu berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/A/498/XII/2021/SPKT/Riau, tanggal 9 Desember 2021 kemarin.

"Sudah dik (penyidikan,red)," ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto saat dikonfirmasi, Senin (28/3).

Diterangkan Sunarto, perbuatan rasuah tersebut dalam kurun waktu 18 Februari 2015 hingga tanggal 18 Februari 2016 lalu. Bermula saat CV PGR dan CV PB mengajukan permohonan pada 18 Februari 2015 dan 23 Februari 2015 untuk mendapatkan fasilitas KMKK di Bank BJB Cabang Pekanbaru.

Baca Juga: Polsek Tembilahan Hulu dan Yayasan Vioni Bersaudara Berbagai Kasih dengan Anak Yatim

Dalam melakukan pencairan kredit tersebut dua perusahaan itu diduga menggunakan Surat Perintah Kerja (SPK) tidak sah/fiktif atas kegiatan pekerjaan yang dilaksanakan di Kantor DPRD Provinsi Riau dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) yang mengakibatkan kerugian keuangan Bank BJB Cabang Pekanbaru.

Lanjut Sunarto, dalam proses penyidikan, pihaknya telah memeriksa puluhan saksi, dan sejumlah saksi ahli. Hal itu dilakukan untuk menguatkan sangkaan penyidik dalam perkara itu.
 

"25 orang saksi, termasuk 3 orang saksi ahli, yakni Ahli Keuangan Negara, Auditor Keuangan Negara, Ahli Pidana Korupsi) telah dimintai keterangan penyidik," lanjut perwira menengah Polri yang akrab disapa Narto.

"Besarnya kerugian negara Rp7.233.091.582. Hal itu berdasarkan perhitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Riau," sambung Narto.

Baca Juga: Perlu Tahu! Inilah 4 Penyakit Penganggu Kesehatan Wanita yang Sulit Didiagnosis Dokter

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X