Ahli Perbankan: Promissory Note Fikasa Group Bukan Produk Perbankan dan Tak Perlu Izin OJK

- Jumat, 18 Maret 2022 | 18:01 WIB
Empat terdakwa perkara Promissory Note Fikasa Group (Dodi/HRC)
Empat terdakwa perkara Promissory Note Fikasa Group (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Surat sanggup bayar atau promissory note yang diterbitkan Fikasa Group bukanlah produk perbankan. Atas dasar itu, penerbitannya tidak memerlukan dari izin Otoritas Jasa Keuangan atau Bank Indonesia.

"Sepanjang tidak ditransaksikan lewat bursa, maka tidak ada urusan dengan OJK. Promissory Note (PN) yang diterbitkan Fikasa Group tidak ditransaksikan lewat bursa," ujar Ahli Perbankan dan Surat Berharga, Dr Zulkarnain Sitompul SH LLM, Jumat (18/3).

Dijelaskannya, PN Fikasa Group adalah pinjaman biasa, bukan merupakan kredit. PN adalah praktik lazim dalam dunia bisnis dan biasa dilakukan dalam kegiatan bisnis.

Menurutnya, perusahaan yang melakukan peminjaman lewat perbankan disebut kredit. Namun jika meminjam kepada masyarakat, bisa dalam bentuk pinjaman jangka pendek yakni lewat instrumen PN.

Baca Juga: Kejari Sidik Dugaan Korupsi Penimbunan Lahan Eks Lokasi MTQ Provinsi Riau di Pelalawan Senilai Rp3 Miliar

Zulkarnain juga menegaskan kalau pinjaman PN tersebut bisa dipakai untuk pengembangan unit usaha dari group perusahaan. "Kemana uang pinjaman itu digunakan, tergantung unit mana yang ingin dikembangkan," terangnya.

Ia menjelaskan bahwa Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KHUD) tidak mengatur bentuk baku dari PN. Ini artinya bentuk dan isi perjanjian dapat dicantumkan dalam bilyet PN atau dibuat pada berkas berbeda, namun tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari PN.

Zulkarnain yang memiliki jam terbang tinggi sebagai ahli dalam kasus-kasus perbankan ini menerangkan, jika PN ditransaksikan lewat pasar uang, maka harus memerlukan izin dari OJK. Namun, dalam kasus PN Fikasa Group dilakukan bukan dalam pasar uang, sehingga tidak bisa pengaturannya didasarkan pada Peraturan Bank Indonesia maupun OJK.

Ia juga mengingatkan kalau PN jelas berbeda dengan deposito bank. Itu sebabnya PN yang diterbitkan oleh Fikasa Group tidak bisa dikategorikan atau dipersamakan dengan deposito atau produk bank seperti simpanan.

"Sehingga, PN tersebut tidak memerlukan izin OJK," tegas Zulkarnain.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X