Usai Selamatkan Kerugian Negara Miliaran Rupiah, Kejari Pekanbaru Kini Terima Pembayaran Denda Rp800 Juta

- Rabu, 16 Maret 2022 | 16:46 WIB
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Agung Irawan (Dodi/HRC)
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Agung Irawan (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pekanbaru kembali menunjukkan kinerja apiknya. Sebelumnya, berhasil menyelamatkan keuangan negara bernilai miliaran rupiah, kali ini jajaran Pidsus menerima pembayaran denda dari terpidana korupsi dengan total Rp800 juta.

Adapun terpidana itu adalah Ahmad Fauzi, Krisna Olivia dan Salman Alfarisi Hanafi. Ketiganya menyandang status koruptor dari dua perkara yang berbeda.

Keluarga terpidana Ahmad Fauzi saat membayar denda di Kantor Kejari Pekanbaru (Dodi/HRC)
Ahmad Fauzi merupakan mantan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Regional BNI 46 Sumatra Barat (Sumbar) yang terseret perkara korupsi kredit fiktif. Dalam perkara ini, Ahmad Fauzi divonis pidana penjara selama 10 tahun, denda Rp700 juta atau subsidair 6 bulan kurungan badan.

Sedangkan Krisna Olivia dan Salman Alfarisi Hanafi, merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Riau. Keduanya menjadi terpidana dalam perkara pungutan liar (pungli) dalam pengurusan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pekanbaru.

Baca Juga: Seekor Harimau Muncul di Kawasan HGU PT THIP Pelangiran Inhil, BKSDA: Diduga Bawa Anak

Dalam vonisnya, Krisna Olivia dan Salman Alfarisi Hanafi masing-masing dihukum pidana penjara selama 1,5 tahun penjara. Selain itu, keduanya diwajibkan membayar denda masing-masing Rp50 juta atau subsidair 3 bulan kurungan.

Ketiganya kemudian membayarkan denda perkara ke Kantor Kejari Pekanbaru. Pembayaran itu dilakukan terpidana melalui keluarga masing-masing, Selasa (15/3) kemarin.

"Pembayaran denda dilakukan oleh pihak keluarga terpidana dan diterima oleh Bendahara Penerima Kejaksaan Negeri Pekanbaru dan didamping Kasubsi Penuntutan dan Eksekusi Dewi Shinta Dame Siahaan dan staf Pidana Khusus Kejari Pekanbaru," ujar Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru, Teguh Wibowo melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Agung Irawan, Rabu (16/3).

Dikatakan Agung, dengan telah dibayarkan uang tersebut, para terpidana tidak lagi menjalani pidana badan terkait denda tersebut. Para terpidana saat ini tinggal menjalani hukuman badan saja sesuai putusan hakim yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.

"Untuk terpidana Ahmad Fauzi, dia membayar pidana denda Rp700 juta. Sedangkan terpidana Krisna Olivia dan Salman Alfarisi Hanafi, masing-masing membayar pidana denda Rp50 juta. Jadi total Rp800 juta," lanjut Agung.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X