Mengaku Anggota Polri, Seorang Napi di Rohil Berhasil Tipu Korban Ratusan Juta Rupiah

- Senin, 7 Maret 2022 | 20:08 WIB
Tim JPU pada Kejari Rohil menerima pelimpahan perkara dari penyidik kepolisian (Dodi/HRC)
Tim JPU pada Kejari Rohil menerima pelimpahan perkara dari penyidik kepolisian (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, ROKAN HILIR - Seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bagansiapiapi berhasil memperdayai seorang wanita dengan cara berpura-berpura sebagai anggota Polri. Tak tanggung-tanggung, napi berinisial Arya Agi Suanto itu mampu meraup uang Rp374 juta dari korbannya.

Kejadian bermula pada Oktober 2020 lalu saat Arya masuk pertama kali ke dalam Lapas Bagan Siapiapi karena perkara narkotika. Di dalam lapas, dirinya membeli satu unit handphone dari napi lainnya seharga Rp200 ribu.

Dengan menggunakan telepon seluler tersebut, Arya berpura-pura menjadi anggota Polri dan aktif di media sosial Facebook. Kebetulan juga di HP tersebut sudah ada Akun Facebook atas nama Andi Sumarno dengan menggunakan foto berseragam Polisi.

Dia kemudian mulai mencari pertemanan dan menemukan akun Facebook seorang wanita berinisial R. Arya lalu meminta pertemanan dan melakukan pendekatan dengan pemilik akun Facebook tersebut.

Baca Juga: Polisi Akan Tingkatkan Status Perkara Dugaan Penganiayaan oleh PNS Pemprov Riau

Setelah berhasil melakukan pendekatan, Arya meminta kepada R untuk bertukar nomor HP. Keduanya pun intens menjalin komunikasi. Arya kemudian mengajak untuk menjalin hubungan lebih serius, namun saat itu ditolak oleh R karena telah memiliki suami.

Namun dengan bujuk rayunya, akhirnya R menerima tawaran Arya untuk menjalin hubungan lebih serius karena saat itu dirinya sedang ada masalah dengan suaminya.

Sejak saat itu, R sering menghubungi Arya melalui telepon dan video call. Saat komunikasi dengan panggilan video, Arya menggunakan video rekaman orang lain dengan menggunakan seragam Polisi berpangkat Inspektur Dua (Ipda), dengan menggunakan 2 unit HP.

Selain mengaku sebagai anggota Polri, Arya juga mengaku mempunyai usaha jual beli kayu di daerah Sumatra. Kepada R, Arya berpura-pura mempunyai kendala pada saat melakukan penjualan kayu kepada konsumen. Lebih jauh lagi dia juga berpura-pura mengajukan mutasi tempat dinas di Jakarta dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan materi dari sang kekasih, R.

Lalu pada September 2021, Arya mulai meminta uang untuk pertama kalinya kepada R sebesar Rp1 juta. Sejak saat itu, dia sering meminta uang dengan keperluan yang berbeda dan berjanji akan mengembalikannya. Hal itu pun dituruti oleh R.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X