Giliran Kuasa Direksi PT Gemilang Utama Alen Sandang Status Buron

- Selasa, 1 Maret 2022 | 17:09 WIB
RSUD Bangkinang
RSUD Bangkinang

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Kejaksaan Tinggi Riau telah memasukkan nama Kuasa Direksi PT Gemilang Utama Alen, Kiagus Toni Azwarani dalam daftar pencarian orang. Dengan begitu, saat ini ada dua orang tersangka dugaan korupsi pembangunan instalasi rawat inap tahap III RSUD Bangkinang yang tengah diburu Jaksa.

Kiagus merupakan tersangka kelima dalam perkara tersebut. Dia turut serta berperan sebagai pengatur mulai dari penawaran hingga pelaksanaan lelang proyek tersebut untuk memenangkan PT Gemilang Utama Allen.

Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto dikonfirmasi tak menampiknya. Diakui dia, pihaknya sudah menetapkan yang bersangkutan sebagai buronan. "Tersangka KATA (Kiagus Toni Azwarani, red) sudah ditetapkan sebagai DPO," ujar Raharjo, Selasa (1/3).

Kiagus tak sendirian menyandang sebagai buronan. Sebelumnya status yang sama telah disematkan kepada Surya Darmawan. Bersama Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kampar itu, Kiagus tengah dilacak keberadaannya.

Baca Juga: Tingkat Curah hujan Tinggi, 1 Unit Rumah Terseret Banjir di Inhu

"Doakan secepatnya mereka tertangkap," singkat mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng) itu.

Selain kedua nama di atas, Korps Adhyaksa itu juga menetapkan sejumlah tersangka lainnya. Teranyar adalah Komisaris PT Fatir Jaya Pratama, Abdul Kadir Jailani yang menyandang status tersangka pada, Kamis (24/2).

Abdul Kadir diketahui sudah tiga kali mangkir dari panggilan penyidik Pidsus Kejati Riau. Pasca ditetapkan sebagai tersangka, ia dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru untuk 20 hari ke depan.

Kemudian, Emrizal selaku Project Manager pada proyek infrastuktur senilai miliaran rupiah itu diamankan di sebuah tempat di Kawasan Banjarsari, Surakarta, Jateng, Senin (31/1) lalu. Usai diamankan statusnya pun ditingkatkan dari saksi menjadi tersangka pada keesokkan harinya.

Lalu, dua pesakitan lainnya adalah Mayusri selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Rif Helvi, Team Leader Management Konstruksi (MK) atau Pengawas pada kegiatan pembangunan ruang Irna tahap III di RSUD Bangkinang. Keduanya tengah diadili di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X