Jadi Tersangka Keenam Perkara Korupsi di RSUD Bangkinang, Abdul Kadir Jaelani Langsung Dijebloskan ke Penjara

- Kamis, 24 Februari 2022 | 18:00 WIB
Abdul Kadir Jaelani saat hendak dibawa menuju Rutan Pekanbaru
Abdul Kadir Jaelani saat hendak dibawa menuju Rutan Pekanbaru

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Abdul Kadir Jailani Djumra resmi menyandang status tersangka. Direktur PT Fatir Jaya Pratama menjadi tersangka keenam dalam perkara dugaan korupsi pembangunan ruang Instalasi Rawat Inap Tahap III RSUD Bangkinang.

"Kami melakukan gelar perkara, dan ditemukan cukup bukti terkait keterlibatan yang bersangkutan. Oleh Tim Penyidik ditemukan bukti yang cukup dalam proyek tersebut sehingga AKJ (Abdul Kadir Jaelani,red) ditetapkan sebagai tersangka," ungkap Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Raharjo Budi Kisnanto, Kamis (24/2).

Dikatakan Raharjo, penyidik telah melayangkan surat pemanggilan terhadap yang bersangkutan sebanyak tiga kali. Namun hal itu tidak diindahkannya. mangkir. Dia akhirnya memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai saksi pada Rabu (23/2) kemarin.

Proses permintaan keterangan itu berlangsung hingga beberapa jam. Pada malam hari, penyidik melakukan gelar perkara dan sepakat meningkatkan statusnya dari saksi menjadi tersangka, dan langsung menjebloskannya ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru.

"Peran tersangka terkait dengan adanya aliran dana yang diterima tersangka sekitar Rp4 miliar. Selain itu, AKJ bersama tersangka SD, tersangka ER, dan tersangka KATA mengatur mulai dari penawaran hingga pelaksanaan lelang proyek tersebut untuk memenangkan PT Gemilang Utama Allen," terang Raharjo.

Saat ini, kata Raharjo, penyidik berusaha merampungkan berkas perkaranya sebelum dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 jo Pasal 18 ayat 1 Undang-undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,

Selain Abdul Kadir Jaelani, penyidik juga telah menetapkan Project Manager, Emrizal sebagai tersangka. Ia diamankan di sebuah tempat di Kawasan Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah, Senin (31/1) lalu. Dia diamankan karena tidak koorperatif atas panggilan penyidik.

Kemudian, Surya Darmawan. Ketua KONI Kabupaten Kampar itu berperan sebagai pengatur pemenang tender yakni PT Gemilang Utama Allen. Selain itu, penyidik juga menemukan adanya aliran dana kepada Surya Darmawan dari proyek bermasalah tersebut. Kini, yang bersangkutan juga telah ditetapkan sebagai buronan. Begitu pula dengan Ki Agus Toni Azwarni selaku Kuasa Direksi PT Gumilang Utama Alen yang juga ditetapkan sebagai DPO

Sementara dua pesakitan lainnya adalah Mayusri selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Rif Helvi, Team Leader Management Konstruksi (MK) atau Pengawas pada kegiatan pembangunan ruang Irna tahap III di RSUD Bangkinang. Keduanya tengah diadili di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Pekanbaru.

Halaman:

Editor: Dodi Ferdian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri Tahan Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 22:17 WIB
X