Pelaku Anak Perkara Dugaan Pembunuhan dan Pemerkosaan Siswi di Siak Jalani Tahap II

- Senin, 21 Februari 2022 | 19:33 WIB
Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Siak, Senopati (Dodi/HRC)
Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Siak, Senopati (Dodi/HRC)


HALUANRIAU.CO, SIAK - Penanganan perkara dugaan pemerkosaan dan pembunuhan yang terjadi di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, memasuki babak baru. Jaksa Penuntut Umum telah menerima pelimpahan penanganan perkaranya dari penyidik Kepolisian, Senin (21/2).

"Iya. Perkaranya sudah tahap II," ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Siak Darmabella Timbasz saat dikonfirmasi melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Senopati, Senin petang.

Dikatakan Senopati, proses tahap II itu dilakukan setelah berkas perkara tersangka dinyatakan lengkap atau P-21 beberapa waktu yang lalu.

"Tadi yang menyerahkan tersangka dan barang bukti adalah penyidik pada Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Siak," lanjut Jaksa yang akrab disapa Seno itu.

Mengingat tersangka masih di bawah umur, proses tahap II dilaksanakan di Ruang Khusus Tahap II Anak pada Kantor Kejari Siak. Saat itu, tersangka didampingi oleh orang tuanya, penasehat hukumnya dan dari pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas).

"Pelaksanaan tahap II dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat," yakin Seno.

Baca Juga: Akibat Depresi Ditinggal Istri, Seorang Pria Ditemukan Tewas Tergantung Didalam Rumah

Lanjut Seno, ada sejumlah Jaksa bertindak sebagai Penuntut Umum. Saat tahap II, para JPU tersebut telah melakukan penelitian terhadap tersangka, dan barang bukti. Semuanya berkesesuaian dengan berkas perkara, yaitu dia melakukan tindak pidana dimaksud terhadap korban yang masih berusia 17 tahun, pada Rabu tanggal 02 Februari 2022 bertempat di kebun sawit, di Desa Benteng Hilir, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak.

Terhadap tersangka diduga telah melakukan tindak pidana pemerkosaan dan pembunuhan sebagaimana tertuang dalam Pasal 81 ayat (5) Undang-undang (UU) RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Jo Pasal 76D UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan Pasal 340 KUHP, Jo Pasal 1 angka 3 UU RI Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Diakui Seno, terhadap pasal tersebut diancam pidana mati. Meski demikian, hal tersebut merupakan ancaman pelaku pidana dewasa.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X