Gugatan Soal Pengumuman Penyaluran Beasiswa Provinsi Riau Bergulir ke Tingkat Banding

- Senin, 21 Februari 2022 | 12:28 WIB
Wajib Dicoba!  8 Tips Jitu untuk Dapatkan Program Beasiswa  (Pixabay)
Wajib Dicoba! 8 Tips Jitu untuk Dapatkan Program Beasiswa (Pixabay)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Gugatan sejumlah warga terkait pengumuman penyaluran beasiswa Provinsi Riau bakal berlanjut di tingkat banding. Terkait hal ini, Pemerintah Riau menyatakan kembali siap menghadapinya di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan, Sumatra Utara.

Sebelumnya, Pengumuman Penyaluran Beasiswa Lanjutan dan Penerimaan Seleksi Baru Beasiswa Prestasi dan Bidikmisi Provinsi Riau TA 2021 Nomor: 137/Peng/2021 itu sempat digugat sejumlah warga ke PTUN Pekanbaru. Gugatan itu didaftarkan pada 27 September 2021 kemarin.

Ada tiga orang warga Riau yang melayangkan gugatan, yaitu Gusri Putra Dodi, Khairul Azwar Anas dan Feby Sutama Harahap. Mereka meminta agar pengumuman tersebut dibatalkan, karena dinilai diskriminasi.

Perkara tersebut telah diputus pada Senin (31/1) kemarin. Dalam Eksepsi, majelis hakim menyatakan menerima eksepsi Tergugat mengenai Kewenangan Absolut Pengadilan Tata Usaha Negara (Pengumuman bukan merupakan Objek Sengketa Tata Usaha Negara). Sementara Dalam Pokok Sengketa, menyatakan gugatan Para Penggugat tidak diterima.

Baca Juga: KASN Setuju Hasil Assesment PTP, Pelantikan Tunggu Arahan Gubernur

Atas putusan itu, pihak Penggugat telah mengatakan banding. "Kita telah menyatakan secara resmi banding. Kita menyatakan secara e-Court. Nanti akan keluar perintah bayarnya. Setelah kita bayar biayanya, baru nanti secara resmi dibuatkan akta banding," ujar salah seorang Penggugat, Gusri Putra Dodi, Senin (21/2).

Pihaknya, kata Gusri, akan mempersiapkan memori banding, dan menyerahkannya ke PTUN Pekanbaru untuk diteruskan ke PTTUN Medan. Dalam memori banding tersebut, Penggugat akan menyampaikan sejumlah keberatannya atas putusan majelis hakim lembaga peradilan tingkat pertama.

"Kita keberatan terhadap putusan hakim PTUN yang menyatakan itu bukan objek TUN. Itu sangat bertentangan dengan proses yang dilakukan," kata pria yang berpotensi sebagai seorang Advokat itu.

"Karena saat dissmisal process, mereka (PTUN Pekanbaru,red) sudah menyatakan bahwa itu objek TUN, makanya lolos saat dissmisal. Kalau itu bukan objek TUN, harusnya pada saat dissmisal, sudah dimentahkan bahwa itu bukan objek TUN," sambungnya.

Penggugat berharap, majelis hakim di PTTUN Medan bisa lebih bijaksana, dan lebih berpedoman kepada hukum dalam melihat suatu perkara. "Sehingga bisa menghasilkan suatu putusan yang tidak menjadi preseden buruk bagi keadaan yang akan datang. Termasuk mengabulkan gugatan kita," harap mahasiswa doktoral itu.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Usai Diperiksa, Pemilik PT Duta Palma Group Sakit

Kamis, 18 Agustus 2022 | 15:37 WIB
X