Kriminalisasi Ketua dan Petani Kopsa M, Komisi Yudisial dan KPK diminta Awasi Sidang Praperadilan

- Minggu, 23 Januari 2022 | 16:38 WIB
Ketua Kopsa M, Dr Ir Anthony Hamzah  (Amri/HRC)
Ketua Kopsa M, Dr Ir Anthony Hamzah (Amri/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Ketua Koperasi Petani Sawit Makmur (Kopsa M) yang diduga dikriminalisasi oleh Polres Kampar atas perjuangannya mempertahankan hak-hak 997 petani di Kampar, Riau menempuh jalan praperadilan.

Menurut Samaratul Fuad, Pengacara Publik & Juru Bicara Tim Kuasa Hukum Kopsa M dalam rilis yang diterima haluanriau.co, hal ini dilakukan menurut institusi Polri abai atas keberatan dan pengaduan yang diajukan oleh Tim Advokasi Keadilan Agraria-SETARA Institute atas praktik ugal-ugalan yang dilakukan oleh penyidik Polres Kampar yang tidak profesional dan secara insinuatif terobsesi membungkam Ketua dan Anggota Kopsa M, yang sedang berurusan hukum dengan PTPN V dan PT Langgam Harmoni.

Salah satu peragaan paling mencolok dari Polres Kampar adalah dengan menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) prematur dengan No. Sp.Sidik/03/1/2021/2021/Reskrim, tertanggal 6 Januari 2020 sebelum Laporan Polisi (LP) dan peristiwa hukum itu terjadi.

Baca Juga: Kebakaran Lahan 580 Hektare di Inhu, Pengadilan Tinggi Vonis Bebas PT Gandaerah Hendana?

Anthony Hamzah, Ketua Kopsa M disangkakan mendanai pengrusakan sebagaimana Pasal 170 KUHP Jo. Pasal 55 dan 56 atas dasar Laporan Polisi Nomor LP/332/X/2020/Riau/Res. Kampar tanggal 16 Oktober 2020.
 
"Selain itu, tuduhan delik sebagaimana Pasal 170 KUHP juga tidak berdasar karena Anthony Hamzah dituduh mendanai pengrusakan sedangkan pelaku pengrusakannya tidak ada, karena Hendra Sakti dan Aris Zanolo Laia yang dituduh sebagai pelaku pengrusakan tidak terbukti di Pengadilan Negeri Bangkinang, ucap Fuad.

Kedua orang tersebut divonis dan telah inkracht (berkekuatan hukum tetap) melakukan pemerasan berdasarkan Pasal  368 ayat (1) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Bukan tentang Pengrusakan. Hal ini menggambarkan kesewenang-weangan oknum penegak hukum dalam menggunakan alat bukti yang tidak berkesesuaian dengan kejadian sebenarnya.

Baca Juga: Bayu Masih DPO, Reno Diciduk Usai Aksi Curi Pagar Terekam CCTV

Selain itu, Tim Advokasi Keadilan Agraria-SETARA Institute terus mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengambil sikap atas kriminalisasi dan mengutamakan restorative justice sebagai salah satu perwujudan visi PRESISI Polri. Kapolri masih bisa menghentikan peragaan kesewenang-wenangan oknum penyidik di Polres Kampar.

Paralel dengan desakan pada Kapolri, atas berbagai dugaan pelanggaran serius yang dilakukan oleh Polres Kampar, dua (2) permohonan Praperadilan atas penetapan tersangka Ketua Koperasi ini telah diajukan, baik oleh Ketua Kopsa M maupun oleh keluarga dan telah terdaftar di Pengadilan Negeri Bangkinang pada 13 Januari 2022 dan 20 Januari 2022. Sidang Praperadilan pertama akan digelar pada Senin, 24 Januari 2022.

Tim Advokasi Keadilan Agraria-SETARA Institute meminta Komisi Yudisial, yang di sejak pertengahan 2021 telah memberikan perhatian khusus pada peradilan kasus-kasus mafia tanah dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK untuk mengawasi proses praperadilan yang akan berlangsung. Praperadilan ini bukan perkara biasa tetapi ditujukan untuk membongkar dugaan penggunaan instrumen hukum untuk memproteksi mafia tanah dan perkebunan.  

Halaman:

Editor: Eka Buana Putra

Sumber: rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri Tahan Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 22:17 WIB

Polri Resmi Tetapkan Bharada E Sebagai Tersangka

Rabu, 3 Agustus 2022 | 23:59 WIB
X