Cabuli Mahasiswinya, Dekan FISIP UNRI Nonaktif Dijebloskan ke Penjara

- Senin, 17 Januari 2022 | 14:49 WIB
Dean FISIP UNRI Nonaktif, Syafri Harto saat memakai baju tahanan (Dodi/HRC)
Dean FISIP UNRI Nonaktif, Syafri Harto saat memakai baju tahanan (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Syafri Harto menjadi penghuni baru di sel tahanan Mapolda Riau. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau nonaktif itu dijebloskan ke penjara, setelah perkaranya dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum.

Syafri Harto adalah pesakitan dugaan pencabulan terhadap mahasiswinya berinisial L. Dimana perkara tersebut sebelumnya ditangani oleh penyidik pada Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau.

Setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P-21, kewenangan perkara dilimpahkan ke JPU. Tahap II tersebut mulanya dilakukan di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Senin (17/1) pagi.

"Karena locus dan delictinya di wilayah Pekanbaru, maka terdakwa (Syafri Harto, red) dan barang bukti kami limpahkan ke Kejari Pekanbaru," ujar Kepala Kejati (Kajati) Riau, Jaja Subagja yang didampingi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pekanbaru Teguh Wibowo, Asisten Pidana Umum (Aspidum) Rizal Syah Nyaman, dan Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau Marvelous, Senin siang.

Pada tahap II itu, Jaksa memeriksa kelengkapan administrasi dan pengecekan kesehatan tersangka. Hasilnya, kondisi Syafri Harto dalam keadaan sehat dan begitu pula administrasinya dinyatakan lengkap.

Baca Juga: Syafri Harto Dicopot Sementara dari Jabatan Dekan FISIP UNRI

"Kami melakukan penahanan terhadap terdakwa. Yang bersangkutan dititipkan di sel Mapolda Riau," sebut Kajati.

Jaja menerangkan, kewenangan penahanan dilakukan berdasarkan Pasal 20 ayat (2) dan Pasal 21 KUHAP. Adapun alasan penahanan tersebut, untuk mempermudah proses persidangan, terdakwa dikhawatirkan menghilangkan barang bukti, melarikan diri, serta mengulangi perbuatan tindak pidana.

“Dia (Syafri Harto, red) itu role model bagi dunia pendidikan sehingga dilakukan penahanan. Kita menangani perkara ini secara profesional dan berintegritas," jelas Kajati.

Lebih lanjut disampaikan Kajati Riau, pihaknya telah menyiapkan tujuh orang JPU gabungan dari Kejari dan Kejati. Para jaksa itu, nantinya bakal bertugas membuktikan surat dakwaan. "Jumlah JPU-nya ada tujuh orang. Pak Kajari, Pak Aspidum, Kasi Pidum, jaksa senior juga mengikuti persidangan tersebut,” pungkasnya.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X