Tersangka Dugaan Investasi Bodong Rp84 M Menderita Sakit, Karutan Pekanbaru Pernah Beri Penjelasan Ini

- Rabu, 5 Januari 2022 | 16:14 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Salah satu terdakwa dugaan investasi bodong Rp84 miliar, Agung Salim dikabarkan sakit dan tak bisa mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Pekanbaru. Dia terpaksa menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Riau.

Terkait hal itu, M Lukman pernah memberikan penjelasan, khususnya terkait terdakwa Agung Salim tidak berada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru, tempat dia ditahan. Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas I Pekanbaru itu menyebutkan, Agung Salim telah menderita sakit sejak beberapa hari terakhir.

Dikatakan Lukman, pihaknya sangat memperhatikan keadaan para tahanan termasuk yang sakit. Pihaknya selalu meminta keterangan dari dokter di rutan untuk memastikan keadaan tahanan, termasuk Agung Salim.

"Urgensi tertentu dan dalam keadaan sakit, itu juga dikuatkan dengan pernyataan ataupun keterangan ataupun hasil pemeriksaan dari dokter bahwa yang bersangkutan sakit. Tentunya ini menjadi bahan untuk kita sampaikan informasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk kepada pihak Kejaksaan maupun pengadilan yang menitipkan tahanan di tempat kami," ujar Lukman saat diwawancara pada Senin (27/12/2021) lalu.

Lanjut dia, pemberitahuan tentang hal itu sudah disampaikan beberapa kali. Pada sidang pekan lalu, terhadap terdakwa sudah sempat dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Menurut dokter, melihat kondisi terdakwa saat itu, disarankan agar segera dibawa ke rumah sakit.

"Nah, kita juga sudah beritahukan ke Kejaksaan pemberitahuan bahwa yang bersangkutan dalam kondisi sakit dan harus dibawa ke rumah sakit. Kemudian dari RSUD sendiri di awal pemeriksaannya boleh dibawa pulang, kita bawa kembali pulang ke Rutan, rawat jalan," jelas Lukman.

"Tapi hari Kamis sore terus kemudian intensif kita periksa, pada hari Jumat dokter menyatakan kondisi yang bersangkutan sudah menurun. Akhirnya melaporkan ke saya bahwa kondisi ngedrop dan sebaiknya dibawa ke rumah sakit," sambungnya.

Disebutkannya, atas dasar urgensi dan alasan kemanusiaan, disertai dengan dikirimkannya pemberitahuan ke pihak-pihak yang menahan, terdakwa kemudian dibawa ke rumah sakit.

Sampai akhirnya pada Jumat malam, pihak rumah sakit mengeluarkan rekomendasi supaya terdakwa dirawat.

"Bukan dari pihak rutan yang mengeluarkan supaya dirawat, tapi dari pihak rumah sakit yang mengeluarkan rekomendasi agar dilakukan perawatan rawat inap di rumah sakit," tegas Lukman.

Halaman:

Editor: Dodi Ferdian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri Tahan Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 22:17 WIB

Polri Resmi Tetapkan Bharada E Sebagai Tersangka

Rabu, 3 Agustus 2022 | 23:59 WIB
X