Jaksa Bakal Ekspos Perkara Ida Yulita Susanti terkait Dugaan Pelanggaran PP 18/2007

- Senin, 3 Januari 2022 | 15:57 WIB
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ida Yulita Susanti memilih bungkam usai diperiksa Jaksa terkait dugaan korupsi Rp800 juta
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ida Yulita Susanti memilih bungkam usai diperiksa Jaksa terkait dugaan korupsi Rp800 juta

Baca Juga: Anak Bepe Harap Bisa Dapat Kasih Sayang Sang Ayah

Ida diduga menerima tunjangan transportasi, sementara dirinya juga menggunakan kendaraan dinas.

Sebelumnya, Jaksa telah melakukan pengumpulan data, bahan dan keterangan. Dalam tahap itu, sejumlah pihak telah diklarifikasi, termasuk Ida Yulita Susanti. Dia dimintai keterangan pada Senin (27/9) lalu.

Dari proses itu, Jaksa meyakini adanya perbuatan melawan hukum sehingga meningkatkan status perkara ke tahap penyelidikan. Kendati begitu, belum bisa dipastikan apakah ada unsur kerugian keuangan negara di dalamnya.

Diketahui, Ida dilaporkan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Mahasiswa dan Pemuda se-Provinsi Riau (AMPR) Kota Pekanbaru, Senin (13/9). Laporan itu terkait dugaan pelanggaran Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administrasi Pimpinan dan Anggota DPRD.

Baca Juga: Pertama Didunia, Kasus Flurona Menyerang, PM Israel Tancap Gas Luncurkan Vaksinasi Dosis Keempat

Menurut AMPR, Ida telah menerima tunjangan transportasi. Sementara yang bersangkutan disinyalir menggunakan kendaraan dinas.

"Di sini kami menemukan kejanggalan bahwasanya Ida Yulita telah melanggar PP tersebut," sebut Koordinator AMPR Pekanbaru, Tengku Ibnul Ikhsan, belum lama ini.

"Kami tadi ada menyerahkan barang bukti, alat bukti berupa data gaji dia dan mobil yang digunakannya. Itu dari tahun 2017 sampai 2021," sambungnya.

Sementara itu, Asmin Mahdii menambahkan, laporan yang mereka sampaikan itu dengan menyertakan sejumlah alat bukti. "Termasuk juga ampra penerimaan gaji dari tahun 2017 sampai 2021, dan juga nopol dan foto mobil yang dia (Ida Yulita,red) gunakan selama ini," kata Tim Advokasi AMPR itu.

"Dugaan kerugian negara itu hampir Rp704.900 sekian, hampir 800 juta kerugian negaranya. Itu sejak 2017 hingga 2021," lanjutnya di tempat yang sama.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri Tahan Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 22:17 WIB

Polri Resmi Tetapkan Bharada E Sebagai Tersangka

Rabu, 3 Agustus 2022 | 23:59 WIB
X