Jaksa Bakal Ekspos Perkara Ida Yulita Susanti terkait Dugaan Pelanggaran PP 18/2007

- Senin, 3 Januari 2022 | 15:57 WIB
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ida Yulita Susanti memilih bungkam usai diperiksa Jaksa terkait dugaan korupsi Rp800 juta
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ida Yulita Susanti memilih bungkam usai diperiksa Jaksa terkait dugaan korupsi Rp800 juta



HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Tim dari Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Pekanbaru telah merampungkan proses penyelidikan terkait dugaan pelanggaran Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administrasi Pimpinan dan Anggota DPRD. Saat ini, tim tengah menunggu jadwal ekspos untuk memastikan kelanjutan penanganan perkara.

Adapun terlapor dalam perkara ini adalah . Saat proses penyelidikan, anggota DPRD Kota Pekanbaru yang baru saja meraih penghargaan 'The Best Legislator Performance 2021' versi Seven Media Asia telah dimintai keterangan.

Selain Ida, sejumlah pihak lainnya juga telah diklarifikasi. Sehingga tim penyelidik meyakini, proses penyelidikan telah rampung.

"Iya. Sudah rampung (proses penyelidikan)," ujar Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Pekanbaru, Lasargi Marel, Senin (3/1).

Baca Juga: Kejari Kuansing Jadwalkan Pemanggilan 3 Orang Saksi Terkait Pengembalian Selisih Uang Tunjangan Perumahan DPRD

Saat ini, kata Marel, pihaknya akan memaparkan hasil penyelidikan pihaknya di hadapan pimpinan dalam hal ini Kajari Pekanbaru, Teguh Wibowo. Paparan itu akan dilakukan dalam sebuah gelaran ekspos.

"Kami tinggal ekspos, jadwal ekspos aja," sebut Marel.

"Untuk kita paparkan di depan pimpinan mengenai hasil penyelidikan. Apakah ini masuk ke ranah korupsi atau tidak. Ataukah memang bisa diteruskan atau tidak. Nanti kita paparkan dari hasil temuan yang kita peroleh selama (penyelidikan) ini," sambung Jaksa yang pernah bertugas di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau itu.

Jika nantinya dalam ekspos tersebut dinyatakan ada pelanggaran yang mengarah ke tindak pidana korupsi, maka perkara tersebut akan dilimpahkan ke Seksi Pidana Khusus (Pidsus). Seksi Pidsus selanjutnya akan memperdalam temuan tersebut.

"Kalau tidak ada unsur tindak pidana korupsi, kita akan lihat lagi itu masuknya kemana, pidum kah atau perdata atau apa. Nanti kita limpahkan ke instansi atau satker yang berwenang," pungkas mantan Kasi Pidsus Kejari Pelalawan itu.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X